Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Tegal

Viral Warga Tegal Angkat Motor & Gerobak Lewati Pembatasan Beton

Dua jalan strategis penghubung Desa Majasem Kabupaten Tegal dan Kota Tegal, ditutup rapat menggunakan pembatas beton atau beton movable concrete barri

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: m nur huda

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Dua jalan strategis penghubung Desa Majasem Kabupaten Tegal dan Kota Tegal, ditutup rapat menggunakan pembatas beton atau beton movable concrete barrier (MCB).

Tidak tanggung-tanggung, beton yang dipasang bahkan berlapis.

Lokasi tersebut berada di Jalan Werkudoro dan Jalan Hanoman Kota Tegal

Akibatnya masyarakat harus rela memutar ke Jalan Pantai Utara (Pantura). 

Meski begitu, rupanya banyak masyarakat yang tetap nekat. 

Masyarakat saling membantu mengangkat sepeda motor dan gerobak untuk melintas pembatas beton di Jalan Werkudoro Kota Tegal.
Masyarakat saling membantu mengangkat sepeda motor dan gerobak untuk melintas pembatas beton di Jalan Werkudoro Kota Tegal. (Sumber foto kiriman warga)

Masyarakat secara kompak saling membantu mengangkat sepeda motor untuk melintas pagar pembatas beton. 

Mereka juga membantu gerobak pedagang cilok dan siomay agar bisa melintasi pembatas beton. 

Lalu pada jam pulang kerja, pembatas beton pun sempat digeser oleh masyarakat agar bisa dilintasi kendaraan sepeda motor. 

Momen gotong royong masyarakat tersebut viral di media sosial Facebook dan Whatsapp, pada Selasa (13/7/2021). 

Setelah kejadian itu viral, petugas berwajib menambah jumlah pembatas beton di lokasi. 

Warga setempat Sofar (51), membenarkan momen masyarakat saling membantu mengangkat sepeda motor untuk melintas beton. 

Ia mengatakan, kejadian terjadi saat pagi dan sore hari. 

Karena banyak masyarakat di Majasem yang bekerja di wilayah Kota Tegal. 

Masyarakat melakukan transaksi jual beli COD di Jalan Hanoman Kota Tegal, Selasa (13/7/2021).
Masyarakat melakukan transaksi jual beli COD di Jalan Hanoman Kota Tegal, Selasa (13/7/2021). (Tribun Jateng/Fajar Bahrudin)

"Ada beberapa. Motor diangkat di atas beton. Yang bantu ada 10 orang. Kasihan kalau gak dibantu," kata Sofar, kepada tribunjateng.com. 

Sofar menilai, semestinya jalan tidak ditutup total menggunakan pembatas beton. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved