Berita Tegal
Viral Warga Tegal Angkat Motor & Gerobak Lewati Pembatasan Beton
Dua jalan strategis penghubung Desa Majasem Kabupaten Tegal dan Kota Tegal, ditutup rapat menggunakan pembatas beton atau beton movable concrete barri
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: m nur huda
Namun diberi penjagaan dan dilakukan sistem buka tutup.
Ia mengatakan, karena ada sebagian warga di Kelurahan Slerok, Kota Tegal, yang wilayah tempat tinggalnya di sebelah timur jembatan.
Mereka warga RT 01 RW 05 Kelurahan Slerok.
"Yang jadi masalah sebenarnya ada warga Slerok yang rumahnya di sebelah timur sungai. Dan itu harus dilayani. Masa harus memutar lewat Jalan Pantura," ungkapnya.
Saat tribunjateng.com datang ke lokasi di Jalan Hanoman, banyak masyarakat yang sedang melakukan transaksi jual beli COD.
Mereka lebih memilih melakukan COD, tinimbang harus memutar melintas ke Jalan Pantura.
Hal itu seperti yang dilakukan Vena (45), warga beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Tegal.
"Ini habis COD. Karena kan susah harus memutar jauh. Tokonya ada di Mejasem," ungkapnya.
Vena mengatakan, penutupan jalan sebenarnya positif untuk mencegah masyarakat agar tidak keluar rumah.
Tapi resikonya memang banyak masyarakat yang nekat untuk melompat.
Ia menilai, seharusnya ada penjagaan dari petugas.
Jadi masyarakat tetap terpantau dan tidak ada yang nekat.
"Saran saya sih ada penjagaan. Jadi tidak ada yang lompat," katanya. (fba)