Berita Semarang

BKN Laporkan Gus Najih Maimoen ke Polda Jateng atas Ceramahnya terkait Vaksin yang Kontroversial

Gus Najih Maimun, putra dari almarhum KH Maimoen Zubair dilaporkan karena diduga ceramah kontroversial dan bersifat menghasut masyarakat.

Dokumentasi Barisan Ksatria Nusantara
Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara, Mohammad Rofii Mukhlis 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Barisan Ksatria Nusantara (BKN) akan laporkan Gus Najih Maimun ke Polda Jateng.

Gus Najih Maimun, putra dari almarhum KH Maimoen Zubair dilaporkan karena diduga ceramah kontroversial dan bersifat menghasut masyarakat yang tersebar di Youtube.

Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN) Mohammad Rofii Mukhlis mengatakan laporan tersebut akan dilayangkan ke Polda Jateng besok Jumat (16/7/2021).

Pihaknya melaporkan video Gus Najih yang tersebut di Youtube maupun grup Whatsapp.

Baca juga: Ngaku Dokter Kandungan, Pemuda Ini 10 Hari Kelabui Gadis Asal Karanganyar, Ketahuan Gara-gara Ini

Baca juga: Profil Soegiharto Mantan Menteri BUMN Era SBY Meninggal Dunia

Baca juga: Kerap Dicap Gila, Marshanda Blak-blakan Ungkap Penyakitnya

"Banyak yang akan kami laporkan yaitu dugaan penghinaan terhadap PBNU, Gus Dur, Kiai Said, Kiai Muafiq, dan masih banyak lagi. Terakhir video yang mengatakan pembunuhan masal," ujar dia saat dihubungi Tribun Jateng, Kamis (15/7/2021).

Menurutnya, tujuan melayangkan laporan bukan untuk memenjarakan Kiai maupun ulama.

Pihaknya ingin menghentikan chanel Youtube yang menayangkan ceramah Gus Najih bersifat hasutan, fitnah, makian.

"Kami melaporkan Gus Najih sebagai obyek yang melakukan ceramah," tutur dia.

Pihaknya, khawatir jika ceramah dari kakak kandung Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen berlanjut akan jadi pembenar. Dirinya ingin ceramah kontroversi yang dilakukan Gus Najih dapat dihentikan

"Ketika dr Lois menyampaikan seperti itu langsung ditangkap dan ditahan. Lha terus apakah perbedaan  Gus Najih menurut saya jauh dari yang diajarkan mbah Maimun Zubair," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved