Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Ngobrol Bareng Aries Susanti Juara Dunia Panjat Tebing Jelang PON XX

Satu di antara cabang olahraga andalan Jateng adalah Panjat Tebing. Wartawan Tribunjateng.com Budi Susanto menemui atlet terkenal panjat tebing, Aries

Penulis: budi susanto | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/BUDI SUSANTO
Atlet panjat tebing juara dunia, Aries Susanti Rahayu (26) saat latihan di Jatidiri Semarang, Kamis (15/7). Aries mewakili Jateng di PON XX di Papua mendatang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua akan dilaksanakan 2-15 Oktober 2021, jika tak ada perubahan jadwal. KONI menyebut PON XX Papua digelar 37 cabang olahraga yang dipertandingkan, 56 disiplin cabang olahraga, dan 679 nomor pertandingan/perlombaan. Diperkirakan atlet yang akan hadir sebanyak 6.300 orang, ditambah 3.000 ofisial dan 9.000 orang pendukung acara.
Satu di antara cabang olahraga andalan Jateng adalah Panjat Tebing. Wartawan Tribunjateng.com Budi Susanto menemui atlet terkenal panjat tebing, Aries Susanti Rahayu (26) di Jatidiri Semarang, Kamis (15/7). Perempuan asal Grobogan pemegang rekor speed climbing dunia ini sedang berlatih. Peraih mendali emas speed climbing dalam Asian Games 2018 ini pernah mencatatkan waktu tercepat 6,955 detik dan itu catatan tercepat di dunia, tahun 2018.
Memang saat ini masih pandemi. Tapi sebagai atlet harus bersiap meraih juara dan mempersembahkan yang terbaik untuk Jawa Tengah di ajang PON XX nanti.

Baca juga: Video Aries Susanti Rahayu Siap Raih Emas di PON XX

Saat ditemui Tribunjateng.com di Komplek Olahraga Jatidiri Kota Semarang, Aries menuturkan, karena jadwal PON diundur, para atlet Jateng mempersiapkan diri hampir dua tahun. Berikut petikan wawancaranya.
Bagaimana persiapannya mbak Aries?
Iya terimakasih dukungannya. PON ini kan seharusnya tahun lalu tapi diundur jadi 2021. Jadi ada untungnya juga. Persiapan kami lebih matang. Membuat teknik dan fisik kami juga matang. Terutama mental bertanding butuh persiapan khusus.
Jadi saat ini fokus latihannya apa?
Mendekati kompetisi mental harus digembleng, agar bisa mendapatkan juara saat bertanding. Kan kurang dua bulan, jadi persiapan khususnya di mental.
Targetnya apa mbak?
Untuk target semua atlet pasti punya. Kalau target saya untuk menjadi yang terbaik.
Apakah latihan terganggu pandemi?
Saya kira tidak ada pengaruh. Yang penting fisik terjaga dan latihan digembleng terus. Kita latihan juga protokol kesehatan. Yang terganggu pandemi hanya jadwal kompetisi. Kan mundur jadwalnya.
Bagaimana persiapan tim Jateng?
Alhamdulillah di masa pandemi kita ambil hikmahnya. Ada nilai positifnya. Tim Jateng bisa lebih fokus mempersiapkan diri untuk berlatih.
Yoyok Supriyanto, satu di antara pelatih atlet panjat tebing Jateng untuk PON XX mengatakan persiapan atlet sudah mencapai 70 persen. Yoyok pun selalu menyemangati atlet-atlet untuk mempersembahkan yang terbaik.

Baca juga: Aries Susanti Rahayu Pemegang Rekor Speed Climbing Dunia Siap Sumbang Emas untuk Jateng di PON XX

Kirim berapa atlet panjate tebing mas?
Jateng akan mengirimkan 10 atlet panjat tebing ke PON XX di Papua mendatang. Ada tiga kategori yang akan diikuti, dari kategori speed climbing, lead climbing, dan bouldering. Target kami bisa meraih emas dari tiga kategori tersebut.
Bagaimana persiapan fisik atlet?
Fisik para atlet sudah sepenuhnya siap. Tinggal menggenjot mental sebelum mengikuti PON. Untuk fisik dan teknik saya yakin para atlet siap, tinggal menggembleng mental agar bisa juara. (Budi Susanto)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved