Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Wanita yang Dipukul Satpol PP Bantah Disebut Tak Hamil oleh Petugas Medis: Tukang Urut yang Bilang!

"Ini pengobatan sendiri pak, memang tidak bisa dijangkau dengan pikiran logika. Iya tukang urut yang bilang saya hamil dan saya sendiri."

TRIBUN-TIMUR.COM/SAYYID
Riana (baju kuning) korban diduga penganiayaan oleh oknum Satpol PP Gowa saat operasi PPKM mikro. Ia disebut tak mengandung oleh petugas medis. Ia lalu mengaku, tukang urut lah yang menyebut dirinya tengah hamil. 

Perdebatan berujung pada penganiayaan terhadap pria pemilik warung kopi, Nur Halim (26).

Melihat suaminya dipukul, Riana lalu melemparkan kursi ke arah petugas.

Namun, Riana justru juga menjadi korban pemukulan oleh oknum Satpol PP.

Suara musik di warung kopi terlalu keras

Sementara itu, pejabat Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Hj Kamsina membeberkan kronologi kejadiannya.

Menurutnya, saat itu tim gabungan yang melintas di Kawasan Panciro mendengar suara musik yang keras dari sebuah warung kopi.

Petugas lalu masuk dan bertemu dengan pemilik warung kopi.

Pemilik warung kopi dianggap melanggar aturan jam operasional selama PPKM.

Petugas lalu mengimbau agar warung segera ditutup.

Tak hanya itu, mereka juga diminta untuk mengecilkan suara musiknya.

Lanjut Kamsina, pemilik warung kopi memberi respon kurang baik.

"Depan kantor Desa Panciro kita berhenti dan besar sekali musik, karena ini telah masuk hari keenam pengetatan PPKM mikro di Gowa."

"Kita sampaikan kalau bisa kecilkan musiknya atau dimatikan saja namun dia (pemilik warko) kurang baik penerimaannya," katanya, Kamis (15/7/2021) dini hari, dikutip Tribunnews dari Tribun Timur.

Dinilai langgar aturan

Kamsina melanjutkan, warung kopi tersebut dinilai telah melanggar aturan dari surat edaran Bupati Gowa.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved