Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Wanita yang Dipukul Satpol PP Bantah Disebut Tak Hamil oleh Petugas Medis: Tukang Urut yang Bilang!

"Ini pengobatan sendiri pak, memang tidak bisa dijangkau dengan pikiran logika. Iya tukang urut yang bilang saya hamil dan saya sendiri."

TRIBUN-TIMUR.COM/SAYYID
Riana (baju kuning) korban diduga penganiayaan oleh oknum Satpol PP Gowa saat operasi PPKM mikro. Ia disebut tak mengandung oleh petugas medis. Ia lalu mengaku, tukang urut lah yang menyebut dirinya tengah hamil. 

Dalam surat edaran, disebutkan bahwa kafe atau warung kopi harus tutup pukul 19.00

Sementara warung kopi milik Nur Halim masih buka hingga pukul 20.00.

"Sementara dia (pemilik warkop) masih buka hingga jam 8 malam lewat," katanya.

Hal lain disampaikan oleh Nur Halim.

Nur Halim menyebut, warung kopinya tersebut telah ditutup.

Bahkan ia saat itu tengah live di Facebook.

"Saat kejadian kami sedang live cari nafkah jualan di Facebook karena warung sudah kami tutup." Katanya, Kamis (15/7/2021), mengutip Kompas.com.

Kata Nur Halim, dirinya sudah mengikuti peraturan yang ada.

Namun petugas menegur bahkan menganiayan ia dan sang istri.

Kami ikuti aturan yang ada dan mereka masuk tegur kami bahkan memukul kami," lanjutnya.

Petugas klaim hanya salah paham

Sementara itu, Kamsina menyebut, insiden tersebut hanya sebuah kesalahpahaman.

Petugas menegur dengan sopan dan humanis.

Adapun insiden yang terjadi dan video yang beredar di media sosial itu mungkin karena kesalahpahaman. Sebab kami ini sudah menegur dengan sopan kepada pemilik warkop," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Disebut Tak Hamil oleh Petugas Medis, Wanita yang Dipukul Satpol PP Bantah: Tukang Urut yang Bilang

Baca juga: Malam-Malam Presiden Jokowi Blusukan Bagikan Sembako dan Obat untuk Warga yang Isolasi Mandiri

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved