Breaking News:

Berita Tegal

Ratusan Karyawan Sudah Dirumahkan, Pengelola Mal di Tegal Harap Ada Kelonggaran PPKM Darurat 

Manajer operasional Rita Supermall Tegal, Alexander Titerlie mengatakan, pihaknya tidak bisa membayangkan wacana pemerintah yang akan memperpanjang PP

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: m nur huda

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa- Bali sudah memasuki hari ke-15, sejak diberlakukan pada, Sabtu 3 Juli 2021. 

Para pengusaha mulai kewalahan menghadapi kebijakan PPKM Darurat

Mau tidak mau, mereka harus mengalami penurunan omzet.  

Sementara dampak untuk karyawan, banyak yang terpaksa harus dirumahkan. 

Kondisi tersebut dialami oleh supermarket atau mal di Kota Tegal. 

Suasana pusat perbelanjaan di Rita Supermall Tegal, Jumat (16/7/2021). Hanya pusat perbelanjaan, usaha kuliner, dan usaha kesehatan yang diperbolehkan beroperasi selama PPKM Darurat Jawa- Bali. 
Suasana pusat perbelanjaan di Rita Supermall Tegal, Jumat (16/7/2021). Hanya pusat perbelanjaan, usaha kuliner, dan usaha kesehatan yang diperbolehkan beroperasi selama PPKM Darurat Jawa- Bali.  (Tribun Jateng/Fajar Bahrudin)

Manajer operasional Rita Supermall Tegal, Alexander Titerlie mengatakan, pihaknya tidak bisa membayangkan wacana pemerintah yang akan memperpanjang PPKM Darurat Jawa- Bali. 

Selama dua minggu saja pihaknya sudah merasa sangat berat. 

Apalagi jika harus diperpanjang selama enam minggu. 

"Dilihat dari kondisi saat ini, dari 3- 20 Juli, sudah sangat berat. Kami merasa ini akan sangat-sangat merugikan," kata Alex kepada tribunjateng.com, Jumat (16/7/2021). 

Alex menjelaskan, total karyawan yang bekerja di Rita Supermall Tegal mencapai 400 orang. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved