Breaking News:

Berita Banjarnegara

Enceng Gondok yang Menutup Telaga Merdada Dieng Disingkirkan, Siap Jadi Wisata Bebas Sampah

Telaga Merdada Dieng dipersiapkan menjadi objek wisata alam bebas sampah. Saat ini, telaga tersebut dilakukan normalisasi.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Pembersihan telaga Merdada Dieng dengan alat berat, Selasa (20/7/2021) 

TRIBUNJATENG. COM, BANJARNEGARA - Telaga Merdada Dieng dipersiapkan menjadi objek wisata alam bebas sampah.

Untuk ke arah itu, kini telaga yang berada di Desa Karangtengah Kecamatan Batur, Banjarnegara itu memasuki tahap normalisasi.  

Pembersihan Telaga Merdada dari sampah dan eceng gondok masih dilakukan hingga saat ini. 

"Telaga Merdada kita populerkan lagi sebagai objek wisata alam yang bersih, surga tersembunyi dari Dieng,” ujar Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Selasa (20/7/2021) 

Bupati berharap pelaku pariwisata di Dieng tetap optimis meski masih pendemi, juga pembatasan kegiatan pariwisata karena kebijakan PPKM. 

Baca juga: AC Milan Akan Datangkan Pemain Top Jebolan Inter Milan, Balas Dendam Pembajakan Calhanoglu

Baca juga: Prediksi Meksiko Vs Perancis Olimpiade 2021, Susunan Pemain dan Link Live Streaming TVRI

Baca juga: Harga Kulit Sapi dan Kambing di Kota Semarang Anjlok, Pengepul: Harga Hancur, Untung Mepet

Waktu itu diharapkan bisa dimanfaatkan untuk bersih-bersih, dan menyiapkan objek wisata agar lebih baik ketika dibuka nanti. 

Proses pembersihan Telaga Merdada melibatkan beberapa alat berat atau tongkang. Ini mengingat permukaan telaga hampir sepenuhnya ditutupi eceng gondok yang  tidak mungkin selesai dibersihkan dengan tenaga manusia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara Agung Yusianto berterimakasih atas dukungan Bupati terhadap pengembangan wisata di Dieng.

Dengan dukungan pemerintah, ke depan, diharapkan pesona Dieng bukan hanya melulu candi dan kawah saja, namun dapat melebar ke objek-objek pendukung lain di wilayah sekitarnya, termasuk Merdada. 

Di sisi lain, untuk menjaga keindahan telaga, ia mengajak masyarakat sekitar dapat menata lebih tertib pipa paralon yang digunakan menyedot air dari Telaga Merdada. 

Baca juga: Respons Melonjaknya Kasus Covid-19 di Semarang, Brimob Simongan Beri Daging Kurban bagi Warga Isoman

Baca juga: RPH Batang Batasi Penyembelihan Kurban, Sehari Tak Lebih dari 10 Ekor Sapi

Ia memaklumi, pipa tersebut untuk keperluan pengairan pertanian masyarakat. Tetapi perlu ditata pemasangannya agar tidak menganggu pemandangan. 

“Semoga jika kondisi sudah normal lagi, Telaga Merdada sudah bersih dari eceng gondok dan bebas sampah, sehingga wisatawan lebih nyaman menikmati indahnya pemandangan di sana,” harapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved