Breaking News:

Berita Semarang

Harga Kulit Sapi dan Kambing di Kota Semarang Anjlok, Pengepul: Harga Hancur, Untung Mepet

Warga Kampung Bustaman, yang selalu memanfaatkan momentum Hari Raya Qurban untuk menjual kulit. Tahun ini mereka terpukul dengan anjloknya harga jual.

Penulis: budi susanto | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di sebuah gang yang ada di Kampung Bustaman Kota Semarang, sejumlah orang tengah sibuk menata kulit hewan qurban.

Kulit-kulit tersebut dari berbagai daerah di Kota Semarang, yang sengaja dikumpulkan untuk dijual.

Di tengah kesibukan itu, seorang pria berwajah muram ikut berjibaku menata lembaran-lembaran kulit hewan qurban.

Pria tersebut bernama Wildan (30), warga Kampung Bustaman, yang selalu memanfaatkan momentum Hari Raya Qurban untuk menjual kulit.

Wajah Wildan muram, lantaran merasakan anjlok harga kulit di pasaran Kota Semarang.

Baca juga: RPH Batang Batasi Penyembelihan Kurban, Sehari Tak Lebih dari 10 Ekor Sapi

Baca juga: DKPPP Kota Tegal Ajarkan Cara Cek Organ Dalam Sapi, Begini Caranya 

Baca juga: Meksiko vs Prancis di Penyisihan Grup A Olimpiade Tokyo 2020, Les Bleus Berharap Kontribusi 3 Senior

“Harganya hancur, tidak seperti beberapa tahun lalu,” tutur Wildan, Selasa (20/7/2021).

Sembari beristirahat, dan menghela nafas, Wildan berujar, selembar kulit kambing hanya dihargai Rp 10 ribu oleh pengepul.

“Untuk kulit sapi dihitung per kilogram, harganya satu kilogram Rp 5 ribu. Padahal sebelum pandemi, selembar kulit kambing bisa Rp 22 ribu, dan sapi Rp 10 ribu perkilogram,” ujarnya.

Harga tersebut dikatakan Wildan sangat mepet, karena ia membeli di angka Rp 4 ribu perkilogram untuk kulit sapi.

“Kalau kulit kambing di bawah Rp 10 ribu perlembar, itupun banyak kulit yang rusak dan tidak sempurna,” ujar pria 30 tahun itu.

Meski harga kulit anjlok, namun Wildan dan beberapa warga lainnya tetap mencoba keberuntungan, dan akan menjual kulit ke sejumlah sentra kulit.

“Kami akan jual ke pabrik atau sentra kulit, untung juga tak seberapa, paling Rp 2 ribu sampai Rp 5 ribu perkilogramnya, itu belum dipotong biaya angkut dan tenaga untuk menatanya. Semoga saja dapat berkah, karena kami juga beli ke orang dan menjualnya lagi,” ucapnya.

Baca juga: Respons Melonjaknya Kasus Covid-19 di Semarang, Brimob Simongan Beri Daging Kurban bagi Warga Isoman

Baca juga: Maksimalkan Pembelajaran Daring, Mahasiswa Diperkenalkan Fitur Augmented Reality

Anjloknya harga kulit sapi dan kambing juga diakui Khomariah, warga Kampung Busataman yang juga ikut menjual kulit hewan saat Hari Raya Qurban.

“Untungnya sangat tipis, beda sebelum pandemi. Padahal dulu warga Kampung Bustaman bisa menjual berton-ton kulit sapi maupun kambing. Tapi sekarang sampai siang hari kulit-kulit tersebut juga belum terkumpul banyak,” imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved