Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Sindikat Narkoba Sembunyikan Sabu di Paket Kipas Angin

Ditresnarkoba Polda Jateng ungkap jaringan narkotika internasional. Barang dikirim dari Malaysia degan tujuan SampanG Madura.

Sementara itu, sabu tersebut diselundupkan bersama barang pindahan TKI yang dikirim melalui kontainer ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Kepala Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai Tanjung Emas Semarang, Anton Martin mengatakan Sabu itu diselundupkan di dalam peti kemas yang berisikan barang pindahan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Namun saat diselidiki barang tersebut merupakan barang kiriman bukan barang pindahan TKI. 

"Di dalam kontainer terdapat berkoli-koli kotak pemiliknya beda-beda. Sabu itu terdapat di salah satu kotak itu dan disembunyikan di dalam kotak," ujar dia.

Menurutnya, bea cukai curiga satu diantara barang yang ada didalam kontainer tersebut. Sebab nama pengirim dan alamat yang dituju tidak valid.

"Maka kita mesti hati-hati, Madura Banjar, Aceh itu menjadi atensi," ujar dia.

Anton mengatakan, kontainer tersebut seharusnya dikirimkan ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Namun karena Pelabuhan Tanjung Perak penuh pengiriman dialihkan ke Tanjung Emas Semarang.

"Jadi rejeki kami, dapat tangkapan. Biasanya dikirimkan ke Tanjung Perak namun karena penuh ekspedisinya dialihkan ke Tanjung Emas," tuturnya.

Menurut dia, saat dilakukan proses scan, sabu yang diselundupkan di dalam kipas angin terdeteksi. Sabu dipisah menjadi menjadi 13 bungkus dan dilapis menggunakan karbon.

"Karena dilapis karbon jadi ada yang mencurigakan. Tapi kami bongkar barang tersebut. Karena di dalam kipas angin kami harus hati-hati. Takutnya kalau tidak ada dan rusak nanti kena komplain," tutur dia.

Dikatakannya, pengungkapan dilakukan pada Kamis (8/7) pagi. Setelah melakukan pengecekan menemukan barang haram tersebut pihaknya langsung menghubungi Ditresnarkoba Polda Jateng.

"Dirresnarkoba Polda Jateng, turun langsung. Siangnya kami diskusi strateginya, dan sorenya bergerak. Ada tim yang ke Surabaya, Madura, dan mengikuti truknya," tutur dia.

Anton menerangkan saat melakukan pengungkapan truk yang mengirimkan paket tersebut masih tetap berjalan.

Hal ini bertujuan agar truk ekspedisi tidak tertahan.

"Beliau-beliau berkoordinasi dengan Polda Jatim dan Polres Pamekasan," ujar dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved