Berita Internasional
Ilmuwan Temukan Virus Berusia 15.000 Tahun di Dataran Tinggi Tibet
Saat mempelajari gletser di dataran tinggi Tibet, China, para ilmuwan menemukan hal mengejutkan.
TRIBUNJATENG.COM - Saat mempelajari gletser di dataran tinggi Tibet, China, para ilmuwan menemukan hal mengejutkan.
Mereka menemukan virus berusia hampir 15.000 tahun dalam dua sampel es yang diambil.
Sebagian besar virus tersebut bertahan karena berada dalam kondisi beku.
Baca juga: Lesti Kejora Kenang Masa Kecil: Tiap Berangkat dan Pulang Ngaji Pasti Takut, Ada Ucang-Ucang
Temuan yang dipublikasikan di jurnal Microbiome ini pun dapat membantu para ilmuwan memahami bagaimana virus berevolusi selama berabad-abad serta mengetahui bagaimana cerminan lingkungan di masa lalu.
Dalam penelitian ini, para ilmuwan juga menciptakan metode baru yang steril untuk menganalis mikroba dan virus di dalam es tanpa mencemarinya.
"Gletser ini terbentuk secara bertahap dan bersama dengan debu dan gas.
Banyak virus juga tersimpan di es itu," kata Zhi-Ping Zhong, penulis utama studi dan peneliti di The Ohio State University Byrd Polar and Climate Research.
Mengutip Phys, Rabu (21/7/2021) dalam studi penemuan virus berusia 15.000 tahun di dataran tinggi Tibet itu, peneliti menganalisis inti es yang diambil pada tahun 2015 dari lapisan es Guliya di China Barat.
Inti es yang berasal dari ketinggian 22.000 kaki di atas permukaan laut tersebut mengandung lapisan es yang menumpuk dari tahun ke tahun, menjebak apa pun yang ada di atmosfer pada saat setiap lapisan membeku.
Lapisan-lapisan itu menciptakan semacam garis waktu, yang telah digunakan para ilmuwan untuk lebih memahami tentang perubahan iklim, mikroba, virus, dan gas sepanjang sejarah.
Ketika mereka menganalisis es, mereka menemukan kode genetik untuk 33 virus.
Empat dari virus berusia 15.000 tahun dari dataran tinggi Tibet itu telah diidentifikasi oleh komunitas ilmiah.
Akan tetapi, setidaknya 28 virus di antaranya baru saja teridentifikasi.
Peneliti juga menyebut jika virus-virus itu akan berkembang biak di lingkungan yang ekstrem.
"Virus ini memiliki tanda gen yang membantu mereka menginfeksi sel di lingkungan yang dingin," papar Mattew Sullivan, penulis studi lain yang juga profesor mikrobiologi di Ohio State dan direktur Center of Microbiome Science Ohio State.
Temuan ini pun dapat membantu peneliti untuk mempelajari evolusi virus di lingkungan ekstrem lainnya, seperti misalnya Mars atau bulan.
Lebih lanjut, analisis para peneliti menunjukkan bahwa virus kemungkinan berasal dari tanah atau tanaman, bukan dari hewan atau manusia.
Studi tentang virus di gletser relatif baru. Setidaknya hanya dua studi sebelumnya yang telah mengidentifikasi virus di gletser purba.
Akan tetapi bidang sains ini menjadi penting seiring dengan perubahan iklim.
"Kami hanya tahu sedikit tentang virus dan mikroba di lingkungan ekstrem.
Apa yang sebenarnya ada di sana," papar Lonnie Thompson, penulis senior studi dan peneliti di Byrd Center.
Hal ini pun membuat dokumentasi dan pemahaman mengenai virus sangat penting.
Termasuk bagaimana mereka merespon perubahan iklim dan apa yang terjadi ketika Bumi menghangat seperti sekarang ini. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Virus Berusia 15.000 Tahun Ditemukan di Dataran Tinggi Tibet"
Baca juga: Saling Ejek di Media Sosial Berujung Tawuran, Sejumlah Warga Terluka dan 4 Tempat Usaha Rusak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tibet_20180519_161851.jpg)