Breaking News:

Berita Kabupaten Pekalongan

Manfaatkan Tanah Rawa, Warga Pekalongan Berhasil Budidaya Udang Vaname

Bisnis udang vaname di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah semakin menggiurkan dan terus mengalami perkembangan.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Bisnis udang vaname di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah semakin menggiurkan dan terus mengalami perkembangan.

Bahkan di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, bisnis ini tidak mengalami penurunan.

Dengan hasil yang memuaskan, Pemkab Pekalongan mendorong warganya untuk budidaya udang dengan memanfaatkan tanah rawa yang tidak produktif.

Seperti yang dilakukan oleh kelompok tani Desa Depok yang bernama 'Depok Vaname' yang melakukan panen pada hari, Kamis (22/7/2021) siang.

Baca juga: Cerita Mistis Chef Arnold Soal Penampakan Tangan Misterius Tertangkap Kamera Saat Syuting Masterchef

Baca juga: 39 Warga Terjaring dalam Penyisiran Aktivitas Warga Pekalongan di Malam Hari saat PPKM

Baca juga: Pengacara Siti Kendal Bantah Kliennya Sebagai Otak Perampokan Mobil Fortuner di Semarang

Leman salah satu petambak udang vaname mengatakan, bahwa untuk bisa berhasil melakukan budidaya udang vaname, Gapoktan Depok Vaname telah melakukan berbagai tahapan budidaya mulai dari persiapan sampai tahap akhir.

"Dulu para petani tambak hanya mengandalkan cara tradisional dan sekarang sudah berangsur ke semi modern. Model semi modern ini hasilnya memuaskan dan dalam satu tahun bisa panen hingga 3 kali," kata Leman salah satu petambak udang vaname di Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (22/7/2021).

Ia menceritakan, dalam satu kali panen ini bisa mencapai 6,5 ton udang vaname.

"6,5 ton itu dari luas lahan 5 hektare. Awalnya menabur 600 ribu benih udang. Ukuran udang yang dipanen ini size 28-30 cm," ucapnya

Leman mengungkapkan, panen tahun ini mengalami peningkatan 15 persen.

Kemudian, di masa pandemi Covid-19 para petani tambak justru diuntungkan. Sebab, harga udang vaname naik dari harga Rp 89 ribu perkilogram sekarang menjadi Rp 100 ribu perkilogramnya.

Baca juga: KMP Kalibodri Berlayar Lagi, 14 Penumpang Berangkat ke Kumai, Wajib Bawa Hasil PCR dan Bukti Vaksin

Baca juga: Jubir Penanganan Covid-19 Jepara Pastikan Kota Ukir Berstatus Zona Oranye

Baca juga: Pengacara Siti Kendal Bantah Kliennya Sebagai Otak Perampokan Mobil Fortuner di Semarang

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved