Breaking News:

Berita Solo

Suami Ancam Nakes RS setelah Istri Meninggal kena Covid-19, Kapolresta Solo: Sudah Ada Unsur Pidana

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mendatangi langsung RSUD Ngipang terkait adanya kabar ancaman terhadap nakes. 

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mendatangi langsung RSUD Ngipang terkait adanya kabar ancaman terhadap nakes. 

Menurut Ade, sekira pukul 09.00 WIB pihaknya menerima laporan dari pihak rumah sakit terkait dengan adanya pengancaman yang dilakukan oleh suami dari istri pasien Covid-19. 

"Diberikan edukasi oleh pihak nakes terhadpa yang bersangkutan, tapi yang terjadi malah pengancaman," ungkapnya, Kamis (22/7/2021). 

Ade menyampaikan, ancaman kekerasan yang dilakukan oleh suami dari pasien Covid-19 yang meninggal menolak pemakaman secara prokes. 

"Pengancaman ini sudah ada unsur pidananya dan kami telah memintai keterangan terhadap beberapa nakes yang ada, temasuk terhadap diduga tersangka yang melakukan pegancaman ini," jelasnya. 

Baca juga: Istri Meninggal karena Covid-19, Suami Ancam dan Intimidasi Nakes di RSUD Ngipang Solo

Baca juga: Pemerintah Evaluasi Perayaan Iduladha di Sejumlah Wilayah Tak Sesuai Prokes, Sangat Disayangkan

Baca juga: Menu Diet Semangka, Berat Badan Turun Dalam 5 Hari, Cocok Bagi yang Mau Ada Acara

Baca juga: Lawan Covid-19 Tak Bisa Sendiri-sendiri, KSP: Harus Total Football

Baca juga: Gerbang Tol Gondangrejo Karanganyar Ditutup 24 Jam selama Perpanjangan PPKM

Ade mengungkapkan, pada intinya Polri sebagai representasi negara akan hadir untuk jaminan keamanan terhadap semua nakes yang saat ini sedang melaksanakan tugas mulia menangani pasien Covid-19. 

"Jangan sampai ada gangguan. Tidak boleh ada hambatan apalagi ancaman maupun intimidasi yang menganggu tugas-tugas dari nakes kita yang saat ini sedang berjibaku menangani pasien Covid," tuturnya. 

Kapolresta mengimbau dan sebagai edukasi bagi masyarakat, setiap pasien Covid-19 yang meninggal dunia diberlakukan prokes. 

"Ini yang harus dipatuhi bersama. Jadi ini SOP dipatuhi bersama untuk kepentingan bersama. Kita berharap mulai penanganan di rumah sakit dan bila ada yang meninggal dunia, semua dalam tataran menerapkan prokes yang berlaku," terangnya. 

"Pada intinya proses tetap berjalan akan kita lihat perkembangan lebih lanjut. Apakah pihak nakes akan memaafkan yang bersangkutan? Akan kita lihat nanti," tandasnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved