Fokus

Fokus : PPKM Superduperdarurat

HARAPAN banyak orang bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali akan berakhir

tribunjateng/bram
Achiar Permana wartawan tribun jateng 

Oleh Achiar M Permana

Wartawan Tribun Jateng

HARAPAN banyak orang bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali akan berakhir, akhirnya terpenuhi. PPKM Darurat benar-benar rampung tepat waktu, pada 20 Juli 2021, setelah berlaku selama 17 hari, sejak 3 Juli 2021.

Presiden Joko Widodo memutuskan untuk “tidak memperpanjang” PPKM Darurat. Pada konferensi pers secara virtual, Selasa (20/7/2021) malam, Jokowi menyatakan bahwa pemerintah memberlakukan PPKM Level 4 untuk Jawa-Bali, mulai 21-25 Juli 2021.

“Halah, jas bukak iket blangkon. Sama jugak sami mawon,” tiba-tiba Dawir, sedulur batin saya, nyeletuk dari balik tengkuk.

Dalam penjelasannya, Jokowi menyampaikan bahwa jika tren kasus Covid-19 terus menurun, pemerintah segera melakukan pembukaan pengetatan atau relaksasi secara bertahap, pada 26 Juli 2021. "Jika tren kasus terus mengalami penurunan maka 26 Juli 2021, Pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap," ujar Jokowi.

Esoknya, pada Rabu (21/7/2021) pagi, Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membagikan dokumen Instruksi Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 22 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali. Dalam Inmendagri yang telah resmi diteken Mendagri, Tito Karnavian, itu istilah PPKM darurat tidak lagi digunakan. Sebagai gantinya, Inmendagri menyebut PPKM Level 4 Covid-19 Jawa dan Bali.

Menurut Menko Kemaritiman dan Investasi (Menko Marives), Luhut Binsar Panjaitan, Presiden Jokowi telah memerintahkan untuk tidak lagi menggunakan istilah PPKM Darurat. Sebutan untuk pengetatan saat ini diganti dengan "PPKM Level 4".

"Presiden memerintahkan agar tidak lagi menggunakan nama PPKM Darurat ataupun mikro. Namun, kita gunakan yang sederhana, yaitu PPKM Level 4 yang berlaku hingga tanggal 25 Juli 2021," ujar Luhut, dalam konferensi pers virtual, pada Rabu (21/7/2021) malam.

Rupanya, setahun lebih pandemi Covid-19 di Tanah Air, tidak juga memunculkan resep penanganan yang cespleng. Sepertinya, Pemerintah masih pada batas mencoba-coba formula yang tepat untuk menangani aksi ganas corona.

Celakanya, dari waktu ke waktu, kita seperti hanya disuguhi atraksi kata-kata. Kita seperti berhadapan dengan ahli retorika, yang jago bersilat lidah. Dan, rakyat seperti kita tak lebih dari objek silat lidah mereka.

Seingat saya, tak kurang dari lima istilah yang pernah digunakan, berkait dengan aturan pembatasan (masyarakat), dalam penanganan Covid-19. Belum lagi penggunaan istilah yang terkesan “esuk dhele sore tempe”, berkait dengan corona. Kita tentu belum lupa-lupa amat pada istilah social distancing yang kemudian berubah menjadi physical distancing, atau istilah orang dalam pengawasan (ODP), Pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang tanpa gejala (OTG), yang kemudian berganti menjadi kasus suspek, probable, dan konfirmasi.

Dalam upaya menekan kasus Covid-19, Pemerintah pernah menggunakan istilah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada April 2020, atau sebulan setelah kasus Covid-19 pertama ditemukan di Indonesia.

Selepas Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Pemerintah memutuskan untuk menerapkan PSBB Jawa-Bali, pada Januari 2021. Kebijakan itu khusus diterapkan di tujuh provinsi Jawa-Bali, sejak 11 Januari 2021 selama dua pekan, dan sempat diperpanjang satu kali.

Setelah itu, muncul istilah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro pada Februari 2021, Penebalan PPKM Mikro pada Juni-Juli 2021, dan PPKM Darurat Jawa-Bali pada 3-20 Juli 2021. Istilah teranyar, PPKM Level 3-4 Jawa-Bali pada 21-25 Juli 2021.

Akankah atraksi kata-kata itu berakhir? Rasanya, hanya Tuhan dan para pemimpin kita--yang katanya, sangat peduli rakyat kecil—yang tahu. Bisa saja, selepas 25 Juli 2021 nanti, kita akan bertemu dengan PPKM Superdarurat atau bahkan Superduperdarurat. Siapa tahu.

“Halah, kabeh kuwi lokdon, tapi Sampean ngurus urip dhewe-dhewe,” sambar Dawir lagi. (*)

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Jumat 23 Juli 2021, Sagitarius Kebenaran Terungkap di Waktu yang Tepat

Baca juga: Video Manfaatkan Tanah Rawa, Warga Pekalongan Berhasil Budidaya Udang Vaname

Baca juga: Video Sosok Siti Wanita Semarang Otak Perampokan Fortuner di Sigarbencah

Baca juga: Video Cerita Mistis Relawan Pemakaman Dirasuki Macan dan Penampakan Pocong

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved