Breaking News:

Berita Kudus

Selama Pandemi, Apindo Kudus Yakini Belum Ada Anggotanya yang Merumahkan Karyawan

Para pengusaha yang tergabung dalam Apindo Kabupaten Kudus sampai saat ini belum ada yang merumahkan karyawannya.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Ketua Apindo Kudus Bambang Sumadyono 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Kudus sampai saat ini belum ada yang merumahkan karyawannya.

Meski dampak pandemi disusul kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) begitu terasa bagi kalangan pengusaha.

"Untuk (anggota) Apindo belum ada yang yang merumahkan. Kalau di luar Apindo banyak," kata Ketua Apindo Kudus, Bambang Sumadyono, Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Apindo Kudus Gelar Vaksinasi untuk Masyarakat Umum, Layanan Khusus Dosis Vaksin Kedua

Baca juga: Purbalingga Turun Status Menjadi PPKM Level 3, Dandim: Prokes Jangan Kendor

Baca juga: Rizki DA Nikahi Lagi Nadya Mustika Rahayu Setelah Jatuhkan Talak Tahun Lalu

Bagaimanapun pandemi berikut kebijakan berupa PPKM maupun kebijakan serupa sebelumnya berdampak bagi pelaku usaha.

Siasat yang harus dilakukan oleh pengusaha dalam menghadapi pandemi, kata Bambang, dampak pandemi tetap saja tidak bisa dihindari.

"Dampak tidak bisa dihindari karena pandemi ini nasional sedang perusahaan tidak berdiri sendiri. Perusahaan berkait dengan pelanggan dengan customer bisa perorangan, bisa industri. Jika perusahaan ini terdampak otomatis akan menyebabkan ketidakseimbangan cash flow. Jadi hampir merata karena nasional," kata dia.

Bambang melanjutkan, perusahaan akan benar-benar pulih kemungkinan tiga bulan setelah ada kebijakan pelonggaran. 

"Setidaknya 3 bulan setelah ada kelonggaran mereka bisa memenuhi kewajiban sesuai dengan perjanjian kontraknya. Kewajiban perusahaan dengan perusahaan. Selama perusahaan bisa memenuhi kewajiban otomatis karyawan tidak terdampak," kata dia.

Di Kudus sendiri dampak PPKM menyasar seluruh pelaku usaha.

Tapi, kata Bambang, kemungkinan untuk perusahaan rokok tak terdampak signifikan.

"Selain yang esensial dan kritikal yang terdampak. Semuanya terdampak. Kecuali mungkin yang rokok. Itu sepertinya kalau kami lihat pekerjanya tiap hari tidak ada yang libur. Andaikata terdampak kecil. Kalau yang lain secara umum terdampak," kata dia.

Baca juga: 6 Tahun Lalu Yusra Mardini Berenang 3 Jam di Lautan untuk Selamatkan Diri, Kini Jadi Atlet Olimpiade

Baca juga: Wabup Safin: Pati Punya Potensi, Anak Muda Harus Promosikan Daerah di Media Sosial

Baca juga: Banyak Donatur yang Sumbangkan Peti Mati di Banyumas, Sudah Terkumpul 188 Peti

Meski begitu, kata dia, upaya yang harus dilakukan yakni upaya pemutusan rantai penularan Covid-19. Satu di antaranya melalui vaksinasi.

Untuk itu, dia memastikan agar vaksinasi efektif bisa dilakukan di perusahaan.

"Jadi pelaksanaan vaksinasi akan lebih efektif kalau diselenggarakan di masing-masing perusahaan. Kalau di luar, orang tidak mau divaksin mungkin karena termakan isu hoaks dan lain-lian itu kan Puskesmas atau Satgas tidak bisa ambil satu tindakan. Kalau karyawan tidak mau bisa sanksi peringatan pasti mau dan seluruh keluarganya," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved