Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Jadi Momok Baru, Ini Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, dan Cara Mencegah Jamur Hitam

Di antara banyak spesies jamur itu, Rhizopus spp adalah penyebab mucormycosis pada manusia yang paling sering diidentifikasi

Editor: muslimah
SAM PANTHAKY / AFP
Seorang dokter memeriksa pasien yang terinfeksi jamur hitam di sebuah rumah sakit sipil di Ahmedabad, India, pekan lalu. Jamur hitam atau yang secara ilmiah dikenal sebagai Mucormycosis, merupakan infeksi yang mematikan, dan menyebabkan sekitar 60 persen dari 7.000 pasien harus mengangkat satu atau bahkan kedua matanya. 

TRIBUNJATENG.COM – Saat Covid-19 masih jadi momok, muncul ancaman baru yakni penyakit jamur hitam.

Penyakit ini tak kalah berbahaya dan bisa berujung pada kematian.

Penyakit jamur hitam atau mucormycosis mulai banyak dibicarakan setelah sejumlah kasus terdeteksi di India dan menyebabkan kematian.

Di Indonesia sendiri, kasus infeksi jamur hitam sebenarnya telah muncul sejak sebelum pandemi Covid-19.

Baca juga: Umi Kalsum Beberkan Sosok Haters Ayu Ting Ting, TKW di Singapura, Keluarga Ayu Minta Bantuan KBRI

Baca juga: Pengalaman Pahit Marcus/Kevin, 7 Kali Menang Lawan Wakil Malaysia, Sekali Kalah Justru di Olimpiade

Meski terbilang jarang terjadi, penyakit jamur hitam termasuk penyakit berbahaya, sehingga patut diwaspadai.

Angka kematian dan kesakitan akibat penyakit ini terbilang tinggi.

Lantas, apa saja gejala, penyebab, dan bagaimana cara mengatasi penyakit jamur hitam?

Penyebab jamur hitam Melansir Medicine Net, penyakit jamur hitam adalah infeksi jamur sistemik yang disebabkan oleh golongan Mucormycetes, seperti Rhizopus spp, Mucor spp, Rhizomucor spp, Cunninghamella bertholletiae, Apophysomyces spp, dan Lichteimia.

Di antara banyak spesies jamur itu, Rhizopus spp adalah penyebab mucormycosis pada manusia yang paling sering diidentifikasi.

Jamur hitam sering menyerang sinus, paru-paru, kulit, dan otak setelah seseorang menghirup spora jamur dari udara.

Kita dapat menghirup spora jamur atau kontak dengannya dari lingkungan seperti tanah, bahan organik yang membusuk, tumpukan kompos.

Infeksi jamur hitam pada dasarnya dapat terjadi pada siapa saja pada usia berapa pun.

Tetapi, seseorang lebih mungkin mengalami infeksi jamur hitam jika memiliki sistem kekebalan yang lemah karena obat yang dikonsumsi atau memiliki kondisi kesehatan seperti:

  • Diabetes, terutama bila tidak terkontrol
  • HIV atau AIDS
  • Kanker
  • Transplantasi organ
  • Transplantasi sel induk
  • Neutropenia (jumlah sel darah putih rendah)
  • Penggunaan steroid jangka panjang
  • Penggunaan narkoba suntik
  • Tingginya kadar zat besi dalam tubuh (hemokromatosis)
  • Kesehatan buruk dari gizi buruk
  • Tingkat asam yang tidak merata dalam tubuh (asidosis metabolik)
  • Kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah

Penyakit jamur hitam juga lebih mungkin terjadi jika seseorang mengalami cedera kulit seperti luka bakar, terpotong, atau luka.

Selain itu, untuk sekarang ini, kasus penyakit jamur hitam telah dilaporkan pada orang dengan Covid-19.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved