Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Jadi Momok Baru, Ini Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, dan Cara Mencegah Jamur Hitam

Di antara banyak spesies jamur itu, Rhizopus spp adalah penyebab mucormycosis pada manusia yang paling sering diidentifikasi

Editor: muslimah
SAM PANTHAKY / AFP
Seorang dokter memeriksa pasien yang terinfeksi jamur hitam di sebuah rumah sakit sipil di Ahmedabad, India, pekan lalu. Jamur hitam atau yang secara ilmiah dikenal sebagai Mucormycosis, merupakan infeksi yang mematikan, dan menyebabkan sekitar 60 persen dari 7.000 pasien harus mengangkat satu atau bahkan kedua matanya. 

Untuk diketahui, mucormycosis merupakan penyakit yang tidak menular.

Gejala jamur hitam

Dilansir dari Health Line, mucormycosis menampilkan dirinya sebagai infeksi pernapasan atau infeksi kulit.

Tanda-tanda sinus atau infeksi pernapasan terkait peyakit jamur hitam mungkin termasuk:

  • Batuk
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Hidung tersumbat
  • Penyumbatan sinus

Dengan infeksi kulit, mucormycosis dapat berkembang di bagian tubuh mana pun.

Awalnya mungkin terjadi di lokasi yang terkena, tetapi dapat dengan cepat menyebar ke area lain.

Waspadai gejala seperti:

  • Jaringan kulit menghitam
  • Melepuh
  • Demam
  • Kemerahan
  • Pembengkakan
  • Ulkus

Mucormycosis bisa sangat berbahaya karena dapat menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh.

Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebar ke paru-paru atau otak.

  • Hal ini dapat menyebabkan:
  • Infeksi otak
  • Kelumpuhan
  • Radang paru-paru
  • Kejang
  • Kematian

Oleh sebab itu, Anda sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter ketika mengalami kondisi yang bisa dicurigai sebagai gejala penyakit jamur hitam.

Diagnosis dan cara mengatasi jamur hitam

Melansir WebMD, jika Anda mencurigai mucormycosis, dokter pada umumnya akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan Anda.

Beri tahu mereka jika Anda pernah berada di sekitar makanan basi atau tempat lain di mana spora jamur sering ditemukan.

Jika sepertinya Anda memiliki infeksi paru-paru atau sinus, dokter mungkin akan mengambil sampel cairan dari hidung atau tenggorokan Anda dan mengirimkannya untuk diuji di laboratorium.

Dokter mungkin juga melakukan biopsi jaringan, mengambil sepotong kecil jaringan yang terinfeksi untuk pengujian.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved