Berita Pati
KREATIF : Pria Pati Jateng Ini Sulap Limbah Logam Jadi Aneka Aksesoris Interior Estetik
Awalnya Lilik hanya membuat kap lampu hias. Tapi seiring kebutuhan pasar dan melihat bahan limbah logam melimpah akhirnya muncul ide
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Catur waskito Edy
"Kami juga buat kerajinan rajutan kawat. Kebanyakan bentuk-bentuk hewan, di antaranya gajah, macan, kura-kura, ikan, dan bebek. Kalau ukurannya besar, kami juga pakai kawat baru. Kalau yang kecil campuran bahan bekas dan baru," jelas dia.
400 Aksesoris
Lilik menjual produk-produk kreasinya dengan harga mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah, bergantung model dan tingkat kesulitan pembuatannya.
"Kebanyakan orderan datang dari luar Pati. Kami juga suplai ke Jogja, untuk diteruskan ekspor ke Eropa. Selain itu pembeli saya juga dari Bali, Surabaya, Jakarta, dan Jepara," ungkap dia.
Sebelum pandemi, dengan bantuan 30-an pengrajin, Lilik bisa memproduksi antara 350 sampai 400 buah aksesoris interior dari limbah logam.
Adapun setelah pandemi, permintaan menurun sampai 70 persen. Dia pun terpaksa mengurangi pegawai, dan saat ini hanya tersisa 14 orang pengrajin.
Karena permintaan produk daur ulang menurun, mereka kini lebih banyak memproduksi kap lampu. Selain itu juga, Lilik punya kerajinan batik dengan pewarna alami.
Contoh produk kerajinan dan listing harganya bisa dicek di Instagram @opalcraft atau tautan bit.ly/katalogopal. (Mazka Hauzan Naufal)
Baca juga: Video Kreatif, Kerajinan Miniatur Truk Karya Mantan Sopir Asal Kendal
Baca juga: Kreatif di Tengah Pandemi, Mantan Sopir Ini Beralih Jadi Perajin Dadakan, Bikin Miniatur Truk
Baca juga: Sandiaga Uno: 4 Sektor Ekonomi Kreatif Mampu Ciptakan Wirausaha Baru dan Handal saat Pandemi
Baca juga: Alat Kreatif Penyembelihan Hewan Kurban, Tak Khawatir Sapi Ngamuk, Segini Harganya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kerajinan-olahan-limbah-logam-opal-craft-di-showroom-mahya-craft-jalan-penjawi-nomor-57-pati.jpg)