Breaking News:

Berita Banyumas

Warga Penerima BPNT di Banyumas Mengadu ke Polisi Terkait Bantuan yang Diduga Disunat

Sebanyak empat orang keluarga penerima manfaaf (KPM) program bantuan pangan non-tunai (BPNT) di Kabupaten Banyumas, mengadu ke Polresta Banyumas,

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: moh anhar

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sebanyak empat orang keluarga penerima manfaaf (KPM) program bantuan pangan non-tunai (BPNT) di Kabupaten Banyumas, mengadu ke Polresta Banyumas, Selasa (27/7/2021). 

Mereka mengadu karena merasa jumlah paket sembako yang diterima dari agen E-Warong periode Juli dan Agustus berbeda dengan bantuan periode sebelumnya. 

Salah satu KPM, warga Kecamatan Cilongok, Ika mengatakan, kentang yang diterima dalam paket sembako ini hanya seberat 2,5 kilogram. 

Baca juga: Kartu Vaksin Kini Jadi Syarat Wajib Mengurus Administrasi Kependudukan? Ini Penjelasan Kemendagri

Baca juga: Perlu Tahu, KRI dr Soeharso Punya Kemampuan Bisa Produksi Oksigen Bersumber dari Udara Bebas

Baca juga: Penyandang Disabilitas Mental di Pati Buka Dapur Umum, Rebus Ribuan Telur Tiap Hari untuk Nakes

Baca juga: Chacha Frederica Dibully di SMP, Kini Pelaku Datang Menangis Minta Maaf

Padahal menurutnya pada periode sebelumnya, ia menerima kentang seberat 1,5 kilogram per bulan. 

Artinya untuk bantuan dua bulan semestinya ia menerima seberat 3 kilogram. 

"Kami khawatir kalau tidak diteruskan, dalam bentuk protes saja, hak kami sebagai penerima jelas dibiarkan seolah ikhlas menerima," kata Ika kepada Tribunjateng.com.

Kuasa Hukum keempat warga, dari Banyumas Anti Korupsi (Batik), Anang Supratikno mengungkapkan jumlah kentang yang diterima berbeda di setiap kecamatan. 

Diketahui beberapa kecamatan, kentang yang diterima sebanyak 2,5 kilogram. 

Namun, di kecamatan lain ada yang menerima 3 kilogram. 

Selain kentang, untuk komoditas telur, KPM juga hanya menerima 0,8 kilogram dari yang semestinya 1 kilogram. 

Menurutnya hal ini tidak bisa ditolerir, apalagi pihaknya juga mendapati telur hanya diterima sebanyak 0,8 kilogram dari yang seharusnya 1 kilogram. 

Baca juga: Innalillahi Wa Innailaihi Rajiun, Yasmin Putri dari Habib Zainal Abidin Assegaf Meninggal Dunia

Baca juga: Dendam Warisan Terpendam 15 Tahun, Kalil Nekat Bunuh Tetangganya saat Istirahat di Gubuk Sawah

Baca juga: Video Hasil Panen Kopi di Kebun Getas PTPN IX Naik 700 Persen 

Baca juga: Chord Kunci Gitar Sebuah Tarian yang Tak Kunjung Selesai Nadin Amizah

Anang menjelaskan, setiap KPM semestinya menerima paket sembako senilai Rp 200 ribu per bulan. 

Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Berry ketika dikonfirmasi membenarkan laporan tersebut. 

"Kami sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terkait aduan tersebut," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved