Breaking News:

Berita Pati

Penyandang Disabilitas Mental di Pati Buka Dapur Umum, Rebus Ribuan Telur Tiap Hari untuk Nakes

Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental (BRSPDM) Margo Laras di Pati membuka dapur umum.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental (BRSPDM) Margo Laras di Pati membuka dapur umum.

Di dapur umum tersebut, puluhan penyandang disabilitas mental turut membantu menyiapkan ribuan butir telur rebus setiap hari.

Ribuan butir telur tersebut kemudian didistribusikan pada para tenaga medis dan relawan Satgas Covid-19 di sejumlah rumah sakit dan Puskesmas, termasuk para relawan pemulasaraan jenazah.

Sebagian disalurkan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati.

Baca juga: Pelaku Lempar Batu Truk Tertangkap di Bandungan, Diduga Idap Sakit Jiwa, Polisi Membawanya ke RSJ

Baca juga: Polda Jateng Klarifikasi Keramaian di Pendopo Museum RA Kartini Rembang, Itu Bukan Acara Hajatan

Baca juga: Kartu Vaksin Kini Jadi Syarat Wajib Mengurus Administrasi Kependudukan? Ini Penjelasan Kemendagri

Baca juga: Berjam-jam Kakek Safar Cuma Berdiri Bingung di Lokasi Vaksin, Ternyata Mau Daftar Tak Punya Ponsel

"Atas instruksi Mensos, kami membuat dapur umum untuk membantu menyuplai asupan protein dalam bentuk telur rebus bagi para nakes dan relawan," ujar Kepala BRSPDM Margo Laras di Pati Jiwaningsih ketika diwawancarai Tribunjateng.com, Kamis (29/7/2021).

Dia menyebut, dapur umum ini sudah beraktivitas sejak Jumat (23/7/2021) kemarin.

Dari total 101 penyandang disabilitas mental di BRSPDM Margo Laras, sebanyak 25 di antaranya dilibatkan dalam dapur umum ini.

Tiap hari, mereka membantu para pegawai BRSPDM merebus dua ribu butir telur.

Hingga Rabu (28/7/2021) kemarin, mereka telah mendistribusikan 12 ribu butir telur rebus.

"Di samping pegawai, kami memang melibatkan para penerima manfaat kami, yaitu penyandang disabilitas mental, atau kalau istilah awamnya ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa)," kata Jiwaningsih.

Dia menyebut, para penyandang disabilitas diberi peran untuk membersihkan, merebus, dan mengemas telur.

"Terkait sasaran distribusinya, kami koordinasi dulu dengan Dinsos, Satgas Covid-19 dan dinas kesehatan untuk menentukan mana yang perlu kami berikan bantuan protein dalam bentuk telur rebus ini," tandas dia.

Baca juga: Chacha Frederica Dibully di SMP, Kini Pelaku Datang Menangis Minta Maaf

Baca juga: Waterleiding Tegal, Menara Air Peninggalan Belanda Mirip Menara Pisa, Kini Jadi Spot Foto Favorit

Baca juga: Jateng Dinobatkan Jadi Provinsi Pelopor Layak Anak, Ganjar Cerita Nasib Terkini Bocah Vino

Baca juga: Ibu Ayu Ting Ting Buru TKW Singapura Penghina Anak dan Cucunya, Minta Tolong KBRI

Imam Burhan Robil Asari (34), penyandang disabilitas mental asal Kediri mengaku senang bisa membantu menyiapkan telur rebus.

"Tidak sulit. Saya bantu packing telurnya," kata pria yang baru tiga bulan menjalani rehabilitasi di Margo Laras ini. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved