Berita Semarang
Perlu Tahu, KRI dr Soeharso Punya Kemampuan Bisa Produksi Oksigen Bersumber dari Udara Bebas
Kapal KRI dr Soeharso - 990 tersebut juga dilengkapi dengan generator oksigen yang mampu memproduksi oksigen sendiri.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - KRI dr Soeharso bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Kapal bantu rumah sakit di bawah jajaran Satuan Kapal Bantu Koarmada II bersandar di demarga Samudera 02 mempunyai misi membantu pemenuhan kebutuhan oksigen di Jawa Tengah sejak Rabu (28/7/2021).
Kapal dr Soeharso memiliki panjang 122 meter diproduksi oleh perusahaan Daesun Shipbuildings & Engineering Co. Ltd, Korea Selatan.

Kapal memiliki fasilitas rumah sakit diantaranya terdapat ruang bedah, x-ray, ruang ICU, dan perawatan. Kapal itu juga mengangkut tank, dan dilengkapi helipad.
Komandan KRI dr Soeharso, Letkol laut (P) Choirul Arif, mengatakan, kali ini kapal dr Soeharso diperintahkan ke Kota Semarang untuk menyuplai Oksigen.
Baca juga: Pelaku Lempar Batu Truk Tertangkap di Bandungan, Diduga Idap Sakit Jiwa, Polisi Membawanya ke RSJ
Baca juga: Kartu Vaksin Kini Jadi Syarat Wajib Mengurus Administrasi Kependudukan? Ini Penjelasan Kemendagri
Baca juga: Ringankan Beban Warga, Kemenkumham Salurkan 46 Ribu Paket Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Covid
Baca juga: Kasus Ancaman Kekerasan Nakes RSUD Ngipang, Polresta Solo: Silakan Selesaikan secara Kekeluargaan
Sebelumnya kapal tersebut telah melaksanakan misi serupa di Surabaya.
"Kru KRI dr Soeharso jumlahnya 110 orang untuk membantu suplai oksigen," ujarnya, Kamis (29/7/2021).
Dikatakannya, kapal tersebut juga dilengkapi dengan generator oksigen yang mampu memproduksi oksigen sendiri.
Oksigen yang diproduksi bersumber dari udara bebas.
"Jadi ada alat, namanya kompresor, mengambil udara dari luar yang selanjutnya dimasukkan ke dalam alat pengisap. Pada alat pengisap itulah yang menguraikan senyawa bukan oksigen.

Lalu senyawa oksigen itu ditampung di dalam tabung penampungan oksigen, dan distribusikan di ruang distribusi oksigen" jelasnya.
Pada ruang distribusi oksigen, kata dia, terdapat 4 titik pengisian oksigen.
Satu titik mampu mengisi tabung oksigen berukuran 6 ribu liter selama satu jam.
"Namun jika pengisian dilakukan secara paralel di empat titik pengisian oksigen membutuhkan waktu 6-7 jam. Dalam waktu satu hari bisa mengisi hingga 15 tabung oksigen berukuran 6 ribu liter. Bahkan kemarin karena di dalam tabung masih ada oksigen kami bisa mengisi sebanyak 25 tabung," paparnya.
Choirul mengatakan sebelum melaksanakan misi penyediaan oksigen, kapal dr Soeharso merupakan kapal bantu rumah sakit.