Fokus
Fokus : Koy-ikoyan Bukan Prank
BEBERAPA waktu terakhir, dunia media sosial banjir dengan tren berbagi kepada kaum yang membutuhkan. Caranya pun bermacam-macam
Penulis: muslimah | Editor: Catur waskito Edy
Oleh Muslimah
Wartawan Tribun Jateng
BEBERAPA waktu terakhir, dunia media sosial banjir dengan tren berbagi kepada kaum yang membutuhkan. Caranya pun bermacam-macam. Tren ini jadi angin segar di tengah pandemi Covid-19 yang entah akan berlangsung sampai kapan dan telah memakan banyak korban.
Tren memberi ini biasanya diunggah ke medsos secara bersambung. Yang baru viral sebagai misal sosok Pak Eman si penjual agar-agar. Dia dikenalkan ke medsos sebagai seorang bapak yang menggenggam uang Rp 5.000 dengan erat dan wajah malu sekaligus bingung saat masuk ke warung makan padang.
Dengan uang yang dilikinya, ia ingin membeli nasi padang untuk istri di rumah yang tengah hamil. Pemilik warung memvideokan kisah Pak Eman sambil tak lupa memberikan sebungkus nasi padang kepadanya.
Ternyata banyak yang tersentuh dengan kondisi Pak Eman dan ingin memberikan donasi. Akhirnya, terkumpullah uang donasi yang jumlahnya mencapai Rp 108 juta buat pak Eman.
Kebahagiaan serupa dialami seorang ibu penjual es tebu. Kisahnya berawal saat ia berjualan di pinggir jalan, melamun karena sepi pembeli di tengah terik matahari. Lalu datanglah satu keluarga yang membeli segelas es tebu dan menawarnya dengan harga Rp 500 ribu. Si Ibu pun menangis terharu.
Kisah ibu penjual es ini juga viral dan kembali netizen Indonesia menggalang dukungan dana untuknya. Terkumpullah Rp 155 juta yang kemudian dibelikan rumah dan diserahkan pada ibu penjual es tebu.
Tren berbagi ini makin ngehit setelah selebgram Arief Muhammad mencetuskan ikoy-ikoyan. Lewat akun Instagramnya, @ariefmuhammad, ia membagi-bagikan uang sebesar Rp 1 juta hingga HP baru untuk para followers-nya. Ikoy sendiri adalah panggilan staf Arief yang bernama Muhammad Rizqi Fadhilah.
Kepada Followersnya, Arief meminta mereka menyebutkan apa yang diinginkan tapi jangan lebay dan jangan drama. Jadilah menurut Arief, banyak sekali permintaan yang masuk. Mulai dari rok buat wisuda hingga kulkas untuk ibunya.
Tren Ikoy-ikoyan kemudian terus menyebar ke selebgram dan artis yang lain. Termasuk juga online shop yang menggelar permainan tersebut untuk berbagi produk-produknya.
Kalau ditarik ke belakang, tren memberi sebenarnya sudah dipopulerkan oleh artis Baim Wong di berbagai video yang ia unggah. Ia kerap mendatangi warga yang kesusahan kemudian membagi hadiah ke mereka.
Tentu saja, ada yang pro dan yang kontra. Yang kontra melihat tren Ikoy-ikoyan tidak mendidik. Kelihatannya menyenangkan, kata artis Nana Mirdad, tapi menurutnya, itu bisa memperburuk mental.
"Ayo, masyarakat Indonesia jangan punya mental minta ini minta itu ke orang, dilatih untuk kerja keras dan punya semangat yang gigih untuk bisa dapetin yg kita mau," tegas Nana.
Yang pasti, memberi adalah hal yang sangat mulia. Bersedekah pada orang berapa pun nilainya adalah perbuatan yang sangat terpuji.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/muslimah-jpg.jpg)