Breaking News:

DPRD Kendal

Komisi B DPRD Kendal Dorong Optimalisasi PAD dari Pasar Relokasi Weleri

Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendal melakukan sidak pembangunan relokasi Pasar Weleri I yang terbakar.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Komisi B DPRD Kendal tinjau lokasi pembangunan relokasi Pasar Weleri I di Terminal Bahurekso Gemuh, Selasa (3/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendal melakukan sidak pembangunan relokasi Pasar Weleri I yang terbakar pada November 2020 lalu. Jajaran dewan itu memastikan progres pembangunan pasar darurat di lokasi Terminal Bahurekso Gemuh berjalan lancar sebelum jatuh tempo yang telah ditentukan.

Sekretaris Komisi B DPRD Kendal, Sri Supriyati mengatakan, sidak dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keseriusan Dinas Perdagangan dalam menjalankan tugas untuk keberlangsungan para pedagang. 

Pihaknya juga berharap agar Dinas Perdagangan bisa mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui tambahan pendapatan dari pasar relokasi.

Sri juga berharap agar pedagang nantinya tidak meminta pemerintah untuk menggratiskan semua biaya ketika sudah menempati brak pasar darurat. Dengan itu, PAD Kabupaten Kendal melalui retribusi pasar daerah tetap akan terjaga untuk pembangunan Kendal ke depan.

"Kita tahu pedagang terimbas atas terbakarnya pasar Weleri beberapa waktu lalu. Namun, terkait visi misi Bupati Kendal bapak Dico untuk meningkatkan PAD, bagaimana dengan pasar semi relokasi ini. Kita tidak bisa kehilangan PAD, mohon kesadaran (pedagang, red) agar tidak semua minta dibebaskan. Kita tahu pendapatan retribusi pasar daerah di Kendal sekitar 1 miliar per tahun. Ini harus ditingkatkan, jangan sampai turun," terangnya saat sidak pasar relokasi, Selasa (3/8/2021).

Selain itu, Sri Supriyati juga memastikan bahwa bangunan pasar darurat selesai pada Agustus ini. Dengan itu, para pedagang sudah bisa menempati pasar darurat pada awal September nanti.

Di lain sisi, Komisi D mendorong penuh pembangunan Pasar Induk Weleri yang terbakar bisa dikebut secepat mungkin. Tentunya dengan manajemen yang lebih bagus, dan dilengkapi dengan literasi digital sebagai alat pedagang memasarkan dagangannya lebih luas.

"Nantinya ada 2.200 pedagang yang menempati di pasar semi darurat ini sambil menunggu pembangunan pasar induk Weleri dari APBN. Ke depan, kita cek terus progresnya agar tepat sesuai waktu yang sudah ditentukan," ujarnya.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kendal, Alfebian Yulando mengatakan, rencananya semua pedagang akan dibebaskan biaya sewa kios atau lapak selama menempati pasar darurat. 

Pedagang hanya dibebani biaya kebersihan sebagai bentuk tanggungjawab bersama selama menempati pasar relokasi. 

Rencana pembebasan biaya sewa lapak dilakukan untuk membantu meringankan beban pedagang setelah terdampak bencana kebakaran. Sementara bentuk retribusi lainnya akan diatur kemudian setelah pedagang sudah aktif berjualan. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved