Olimpiade Tokyo 2020
Atlet Australia Rusak Kasur Hotel Olimpiade Tokyo, Bos Tim: Tidak Sulit Merusak Kasur Kardus
Ulah sejumlah atlet Australia kini tengah dipermasalahkan berbagai pihak. Pasalnya mereka disebut melubangi tembok hingga merusak ranjang.
TRIBUNJATENG.COM, TOKYO - Ulah sejumlah atlet Australia kini tengah dipermasalahkan berbagai pihak.
Pasalnya mereka disebut melubangi tembok hingga merusak ranjang atlet di penginapan.
Sejumlah atlet Australia menghancurkan kasur kardus mereka di kamar hotel Olympic village dan melubangi tembok sebelum mereka pergi.
Komite Olimpiade Australia mengatakan bahwa mereka juga menunjukkan "perilaku yang tidak dapat diterima" dalam penerbangan pulang.
Baca juga: Atlet Voli Brasil Tetap Pakai Masker saat Bertanding di Olimpiade Tokyo 2020, Ini Alasannya
Baca juga: Diusir dari Tim Olimpiade Tokyo 2020, Atlet Belarusia Ini Mengaku Akan Dihukum jika Berani Pulang
Baca juga: Gagal di Olimpiade Tokyo Markus/Kevin Tetap Ranking Pertama BWF, Greysia/Apriani yang Dapat Emas?
Namun, sejauh itu bos tim Australia Ian Chesterman mengatakan tidak ada tindakan disipliner yang akan diambil karena para atlet telah meminta maaf.
Dia menambahkan bahwa kerusakan itu "kecil" dan "bukan hal yang paling sulit untuk merusak tempat tidur kardus".
"Beberapa anak muda membuat kesalahan, mereka telah meninggalkan kamar dalam kondisi yang tidak dapat diterima," ujar Chesterman seperti yang dilansir dari BBC pada Selasa (3/8/2021).
"Namun, kamarnya tidak sepenuhnya hancur," imbuhnya.
"Ini seperti buku: ketika seorang anak muda membuat kesalahan (bab pertama), bab kedua bagus, anak muda penuh penyesalan," ucapnya.
Kemudian, ia berkata, "Bab tiga adalah anak muda yang baik belajar dari kesalahan dan menjadi pribadi lebih baik".
Sementara ini, Chesterman tidak menyebutkan nama para atlet atau cabang olahraga yang mereka wakili.
Namun, Komite Olimpiade Australia mengatakan bahwa badan sepak bola nasional dan persatuan rugby sedang menyelidiki laporan tentang perilaku gaduh dalam penerbangan ke Sydney pada Jumat (30/7/2021).
Rugby Australia mengatakan bahwa telah meluncurkan penyelidikan setelah ada informasi dari ofisial tim Australia tentang perilaku "tidak dapat diterima" dari pemain rugby dan sepak bola dalam penerbangan pulang dari Olimpiade Tokyo 2020.
"Rugby Australia telah mengetahui tentang insiden yang melibatkan program tujuh putra Australia setelah diberitahu oleh Komite Olimpiade Australia," katanya.
Matt Carroll, kepala eksekutif Komite Olimpiade Australia, mengatakan tidak ada keluhan resmi dari maskapai yang mengoperasikan penerbangan itu, tetapi menambahkan bahwa "perilaku yang tidak dapat diterima telah menjadi perhatian kami".
"Ini sangat mengecewakan, tetapi baik (badan pengelola) rugby dan sepak bola telah memberitahu saya bahwa perilaku seperti itu tentu saja tidak dapat diterima dalam olahraga mereka dan dengan tulus meminta maaf kepada tim Olimpiade Australia," ujar Carroll.
Baca juga: China Kembali Perketat Perjalanan Setelah Kembali Ditemukan Warga Terpapar Covid-19
Baca juga: Pasukan Iran Dicurigai sebagai Pelaku Pembajakan Kapal Tanker Dubai di Teluk Oman
Baca juga: Balai Latihan Kerja GP Ansor Jateng Mulai Gelar Pelatihan, Gembleng 16 Peserta
"Para CEO telah mengambil tindakan yang tepat dan melaporkan kembali kepada kami," ungkapnya.
Tim rugby tujuh putra Australia mencapai perempat final di Olimpiade Tokyo 2020, kalah dari Fiji.
Pesepakbola putra tersingkir dari turnamen mereka di babak penyisihan grup.
Para pesepakbola wanita tidak terlibat karena mereka masih berada di Olimpiade, mereka akan menghadapi Amerika Serikat dalam pertandingan perebutan medali perunggu pada Kamis (5/8/2021). (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sejumlah Atlet Australia Menghancurkan Kasur Kardus di Olympic Village Sebelum Pulang"