Berita Pendidikan
Cara dari Pakar Ini Bisa Dipakai Pembelajaran Daring Agar Anak Tak Jadi Cacing Kepanasan
Di era modern seperti saat ini, guru dan tenaga kependidikan harus bisa mengoptimalkan peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang hingga 9 Agustus 2021 berdasarkan penyataan Presiden Joko Widodo.
Dikutip dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 27 dan 28 Tahun 2021, pembelajaran di wilayah PPKM level 4 harus dilaksanakan secara online atau daring. Aturan berlaku pada tiap jenjang pendidikan formal dan informal.
Pendidik pun dituntut untuk memberikan inovasi agar proses pembelajaran menjadi efektif.
Di era modern seperti saat ini, guru dan tenaga kependidikan harus bisa mengoptimalkan peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Peserta didik dari semua level, termasuk pendidikan anak usia dini (PAUD) mesti memanfaatkan teknologi informasi dengan bermodalkan gadget berupa ponsel atau laptop.
Tak ayal, bocah-bocah yang mestinya asyik bermain kinetik atau fisik, dipaksa berhadapan dengan layar laptop atau ponsel dalam waktu tak sebentar.
"Mereka (anak-anak) akan tergantung dari usia (proses pembelajarannya). Kalau anak-anak PAUD dan SD, mereka mungkin lebih banyak having fun. Itu lebih cocok bagi mereka," kata pakar teknologi informasi dari Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang, Dr Kristoporus Hadiono, dalam pesan tertulis, Rabu (3/8/2021).
Untuk usia dewasa tidak ada masalah untuk duduk berlama-lama di depan monitor seperti halnya di rapat. Namun, jika anak-anak yang duduk dalam waktu lama, tentunya tidak akan kuat.
Sudah umumnya anak-anak aktif bergerak dan bermain.
"30 menit pertama mungkin masih oke, masuk 45 menit mungkin sudah kaya 'cacing kepanasan'. Lalu 1 jam berikutnya sudah bubar buyar penetrasinya," jelas Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Unisbank Semarang itu.
Untuk itu, dia menyarankan materi pembelajaran yang disampaikan secara daring menggunakan metode tepat.
Materinya juga mesti dikemas menarik agar mengundang perhatian anak-anak, namun tak mengurangi esensi pembelajaran.
"Kalau kita lihat dalam dunia pendidikan, delivery materi pembelajaran lewat daring itu harus yang menarik, semenarik mungkin. Makanya ada gamification, jadi mendeliver materi dalam bentuk permainan. Karena lebih cenderung having fun saja anak-anak itu," jelasnya.
Sekadar diketahui, gamification (gamifikasi) adalah penggunaan dari teknik desain permainan, permainan berpikir dan permainan mekanik untuk meningkatkan non-game konteks.
Biasanya gamifikasi berlaku untuk non-gim aplikasi. Gamification adalah pendekatan pembelajaran menggunakan elemen-elemen di dalam gim atau video gim dengan tujuan memotivasi para mahasiswa dalam proses pembelajaran dan memaksimalkan perasaan enjoy.