Breaking News:

Berita Kendal

Kuota BBM Subsidi Terbatas, Nelayan di Kendal Didorong Bisa Penuhi Kebutuhan Solar Non Subsidi

DKP Kendal memastikan bahwa permasalahan yang dialami para nelayan di Kendal tidak dikarenakan langkanya stok bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Warga Bandengan mengisikan solar ke jeriken di SPBUN Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kota Kendal, kemarin 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal memastikan bahwa permasalahan yang dialami para nelayan di Kendal tidak dikarenakan langkanya stok bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Akan tetapi, kuota solar yang disubsidi pemerintah untuk para nelayan masih terbatas, sehingga sisa kuota subsidi yang ada ditekan agar cukup sampai akhir 2021 nanti.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, Hudi Sambodo mengatakan, pada 2021 ini nelayan Kendal hanya dijatah 7.150 kilo liter solar subsidi per tahun oleh pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi.

Jumlah ini terhitung baru 65 persen dari kebutuhan solar nelayan Kendal yang mencapai 11.400 kilo liter selama 1 tahun.

"Jadi, sebenarnya kita sudah ajukan ni kebutuhan solar nelayan di Kendal yang mencapai 11.400 kilo liter per tahunnya. Jatahnya hanya dapat 7.150 kilo liter saja, sebenarnya ini sudah ada peningkatan dari alokasi 2020 lalu 6.000-an kilo liter," terangnya, Jumat (6/8/2021).

Baca juga: Pakai Tanduk Kerbau untuk Bekam‎, Arif Buka Pengobatan Gratis Setiap Hari Minggu 

Baca juga: Tak Ada Kirab Kebo Bule Malam Satu Suro di Keraton Solo

Baca juga: Kisah HH Jadi Korban Penculikan, Pelaku Minta Tebusan Rp 5 Miliar, Sempat Dikira Pelaku Tabrak Lari

Keterbatasan alokasi yang ada mengharuskan DKP menekan penyaluran sisa solar subsidi mulai Agustus ini agar bisa tersalurkan sampai Desember 2021.

Meskipun penyaluran solar subsidi sepanjang Januari - Juli tersalurkan dengan kuota maksimal setiap nelayan.

"Penyaluran solar subsidi ini oleh Pertamina. Permasalahan nelayan dapat jatah 50 liter turun jadi 20 liter, karena kita usahakan agar sisa solar subsidi yang ada bisa sampai akhir tahun. Karena jika dihitung, kuota solar subsidi nelayan diperkirakan habis pada September nanti jika penyaluran maksimal, sisanya nelayan tidak dapat jatah subsidi," jelasnya.

Hudi melanjutkan, pihaknya saat ini tidak bisa mengajukan tambahan kuota solar subsidi kepada pemerintah pusat.

Akan tetapi, DKP Kendal akan tetap mengusulkan tambahan kuota 11.400 kilo liter per tahun solar subsidi bagi nelayan Kendal untuk 2022 nanti.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved