Breaking News:

Wisata Jateng

Pegiat Wisata di Banyumas Mengeluhkan Kebijakan PPKM yang Diperpanjang, Berharap Bisa Beroperasi

Sektor wisata menjadi salah satu yang terdampak dari adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: moh anhar
instagram @pagubuganmelung
Pengunjung saat berada di wisata Pagubugan, Melung, sebelum kebijakan PPKM, Februari 2021. 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Sektor wisata menjadi salah satu yang terdampak dari adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

Di Banyumas sendiri, tidak dapat di pungkiri beberapa pelaku usaha mengalami penurunan omset secara drastis. 

Sektor pariwisata milik swasta di Banyumas yang semakin lesu sejak PPKM Darurat. 

Baca juga: Kebijakan PPKM Menunjukan Hasil Positif, Kasus Aktif Covid-19 di Purbalingga Turun

Baca juga: Video 3 Pendaki Hilang di Gunung Ungaran, Tim Gabungan Susuri Jalur

Baca juga: Tiga Pendaki Hilang di Gunung Ungaran, Mereka Usai Menjalani Ritual di Sendang Suroloyo

Pegiat wisata yang juga pengelola objek wisata Pagubugan, Melung, Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Tukiman mengatakan begitu keberatan dengan ditutupnya tempat wisata.

"Selama PPKM, objek wisata ditutup total, hal ini mengakibatkan tidak ada pemasukkan sepeserpun," katanya kepada Tribunjateng.com, Jumat (6/8/2021). 

Selama PPKM dirinya dan pekerja lainnya di objek wisata tersebut tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. 

"Belum ada bantuan apa-apa dari pemerintah. Padahal kalau tutup, kami tidak mendapat gaji," tambahnya. 

Baca juga: Sedang Berlangsung Ini Link Live Streaming Meksiko Vs Jepang Olimpiade 2021 Rebutkan Medali Perunggu

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 1 Kelas 5 SD Halaman 104 105 106 107 Subtema 2 Pembelajaran 5 Otot Manusia

Baca juga: Video Hendi Pantau Pengisian Oksigen Gratis di Balaikota Semarang

Sebagai cara menyiasati kebutuhan sehari-harinya, iapun banting setir menjadi buruh tani. 

"Saya jualan ikan kecil-kecilan.  Meski PPKM diperpanjang, saya berharap objek wisata yang outdoor tetap dibuka. 

Kalau ada pembatasan tidak apa-apa, asal jangan sampai menutup usaha," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved