Mom N Kids
Anak Takut Disuntik, Ini Beberapa Hal Yang Harus Dilakukan Orangtua
Jarum suntik memang tak sedikit membuat anak takut. Biasanya anak-anak takut karena rasa sakit yang disebabkan oleh jarum suntik.
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jarum suntik memang tak sedikit membuat anak takut.
Biasanya anak-anak takut karena rasa sakit yang disebabkan oleh jarum suntik.
Kemudian, sebagian juga ada yang takut karena memiliki pengalaman tidak menyenangkan dengan suntikan sebelumnya.
Atau ketakutan tersebut bisa saja muncul dari orangtua.
Pengalaman masa kecil, dimana orangtua menakut-nakuti anak untuk disuntik ketika melakukan perilaku yang tidak diinginkan orangtua.
Misalkan, orangtua malah mengancam anak akan disuntik jika berperilaku bandel.
Hal itu tentu menciptakan teror tersendiri bagi anak.
Baca juga: Desa Kartun Pertama di Indonesia, Desa Sidareja Purbalingga Tempatnya Seniman Muda Ditempa
Baca juga: Lestarikan Budaya, Dari Banyumas Eko Kuntowibowo Produksi Seperangkat Gamelan
Baca juga: BPS Kota Solo Merilis Hasil Survei Kepatuhan Masyarakat Taat Prokes, Ini Hasilnya
Orangtua seharusnya tidak boleh melakukan hal demikian.
Hal itu diungkapkan oleh Dokter Spesialis Anak dari RSIA Hermina Mutiara Bunda Salatiga, dr. Sesanti, Sp.A.
Dia menyebut, anak-anak merasa takut pada jarum suntik karena belum paham.
"Sebagai orangtua, berikan dia informasi tentang alasan dilakukannya vaksinasi, sekaligus ceritakan proses berlangsungnya vaksinasi. Selain itu, berikan gambaran bentuk dan ukuran jarum suntik yang digunakan. Kalau bisa, biarkan anak melihat teman-temannya yang sudah berani dan akhirnya berhasil melakukan vaksinasi," jelas Sesanti.
Sebelum dilakukan vaksinasi, Dia menyarankan agar anak diberitahu terlebih dahulu bahwa hari itu dia akan diimunisasi dengan cara disuntik menggunakan jarum suntik.
Di satu sisi, kata Sesanti, mungkin anak akan merasa cemas, tetapi hal ini dianggap lebih baik daripada langsung datang ke dokter tanpa memberitahunya terlebih dahulu.
"Hindari mengatakan bahwa tusukan jarum pada proses vaksinasi tidak menyakitkan. Jika anak menyadari bahwa rasanya sakit, anda akan dicap sebagai pembohong. Lebih baik mengatakan dengan jujur bahwa proses vaksinasi mungkin terasa sakit, tetapi hanya sebentar dan rasa sakitnya dapat ditahan." ceritanya.
Sesanti menjelaskan, makin dini pemberian imunisasi, maka makin mudah pula prosesnya. Sebab, bayi tidak bisa mengingat rasa sakit ketika diimunisasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/suasana-pelaksanaan-imunisasi-measless-rubella-di-kelurahan-punggawan-solo-selasa-18_20170801_150612.jpg)