Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup, Kakek Ini Tetap Jualan di Gerbang Basecamp Cemoro Kandang

Jalur pendakian Gunung Lawu wilayah Kabupaten Karanganyar telah tutup sejak diberlakukannya PPKM darurat pada 3 Juli 2021 hingga saat ini.

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Pedagang di warung Pos I, Paimin (62) yang akrab disapa Mbah Sulis berjualan di depan gapura Basecamp Cemoro Kandang Tawangmangu Kabupaten Karanganyar lantaran jalur pendakian ditutup sementara karena PPKM, Minggu (8/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Paimin (62) berjualan di depan gapura Basecamp Cemoro Kandang Tawangmangu Kabupaten Karanganyar lantaran jalur pendakian Gunung Lawu masih ditutup sementara, Minggu (8/8/2021).

Jalur pendakian Gunung Lawu wilayah Kabupaten Karanganyar telah tutup sejak diberlakukannya PPKM darurat pada 3 Juli 2021 hingga saat ini.

Biasanya Kakek yang akrab disapa Mbah Sulis itu berjualan di warung sekitar Pos I jalur pendakian Cemoro Kandang setiap akhir pekan.

Warga Sedayu Desa Tengklik tersebut telah berjualan seorang diri di warung Pos I sekitar 15 tahun. Kakek berusia 62 tahun itu biasanya menjajakan air mineral, mie instan dan gorengan kepada para pendaki.

Baca juga: Permudah Lansia Ikuti Vaksinasi Cegah Covid-19, Polresta Banyumas Door To Door di Purwokerto Lor

Baca juga: Cari Kerja Kian Mudah, Disnakertrans Jateng Fasilitasi Pencari Kerja Lewat Platform Online E-Makaryo

Baca juga: Desa Kartun Pertama di Indonesia, Desa Sidareja Purbalingga Tempatnya Seniman Muda Ditempa

Baca juga: Anak Takut Disuntik, Ini Beberapa Hal Yang Harus Dilakukan Orangtua

"Tidak tahu kalau tutup, karena sudah kulakan (belanja) ya jualan di sini. Tadi pinjam meja di basecamp," katanya kepada Tribunjateng.com.

Kakek Sulis tidak berjualan di warung Pos I sekitar 4 bulan lamanya.

Dia memutuskan tidak berjualan sementara waktu karena tidak banyak pendaki yang melakukan pendakian ke Gunung Lawu jalur Cemoro Kandang di tengah kondisi pandemi.

"Niatnya hari ini mau jualan tapi ternyata jalur pendakian tutup," jelasnya.

Berkebun dan mencari rumput untuk pakan sapi menjadi rutinitas Kakek Sulis selama berada di rumah.

"Biasanya jualan hanya Sabtu dan Minggu. Tidak menginap. Pagi naik, sore turun," ungkapnya.

Estimasi waktu dari basecamp hingga Pos I ditempuh Sulis selama 1 jam.

Barang dagangan seberat 30 Kg dipikulnya seorang diri.

"Biasanya diantar saudara ke basecamp, pagi. Naik sendiri. Nanti pulangnya, nebeng mobil sayur," ucap kakek yang kini memilik enam cucu itu.

Dia menceritakan, warung di Pos I itu dulu menjadi tempat jualan adiknya.

Lantaran adiknya memutuskan pindah tempat tinggal ke Mojokerto Jawa Timur, Sulis pun lantas meneruskan usaha tersebut.

Baca juga: Ini Psikologis Perempuan yang Diam Saat Suami Selingkuh, Kebanyakan Lebih Pilih Sukseskan Anak

Baca juga: BPS Kota Solo Merilis Hasil Survei Kepatuhan Masyarakat Taat Prokes, Ini Hasilnya 

Baca juga: Bersiap Hadapi Pembelajaran Tatap Muka, Pemprov Jateng Imbau Seluruh Siswa Ikuti Vaksinasi

Lebih lanjut, dapat bercengkrama dengan para pendaki yang singgah ke warung menjadi kesenangan tersendiri bagi kakek tersebut.

"Senang jualan, saget guyon (bisa bercanda dengan pendaki). Biasanya itu (para pendaki) manggilnya, Mbah Sulis," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved