Berita Sejarah

7 Fakta di Balik Kisah Penculikan Soekarno-Hatta oleh Para Pemuda, Rengasdengklok Jadi Saksi

Padahal, Soekarno, Hatta, serta tokoh-tokoh lainnya berencana melaksanakan proklamasi melalui PPKI

Editor: muslimah
Foto karya Frans Mendur yang mengabadikan Presiden Soekarno membacakan naskah proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur, Nomor 56, Cikini, Jakarta. 

Selain itu, Djiauw Kie Siong merupakan anggota PETA.

Rumah tersebut dipilih lantaran tidak terlalu mencolok dan lokasinya cukup tersembunyi.

Saat Soekarno dan Hatta tiba di rumah Djiauw Kie Siong, ia dan keluarganya keluar dari rumah agar Soekarno dan Hatta bisa menyusun naskah Proklamasi.

6. Lokasi Rumah Djiaw Kie Siong Dipindah

Rumah Djiaw Kie Siong yang semula berada di dekat Sungai Citarum, tepatnya di Kampung Bojong, dipindahkan ke tempat lain.

Hal itu karena adanya luapan lumpur dan erosi dari Sungai Citarum.

Kendati demikian, bagian rumah dan ruang tamu masih asli, tidak banyak berubah seperti aslinya.

Bahkan, dua buah kamar yang dulu digunakan oleh Soekarno dan Hatta masih dipertahankan dari bentuk aslinya.

Kini, bangunan bersejarah tersebut terletak di RT 1 RW 9 Kampung Kalijaya, Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.

7. Markas PETA Dijadikan Monumen Kebulatan Tekad

Dengan luas sekitar 1.500 m2, Monumen Kebulatan Tekad dulunya merupakan markas PETA, yang lokasinya tak jauh dari Rumah Djiaw Kie Siong.

Dibangun pada 1950, monumen ini sempat dipugar dan diperkaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karawang pada 1984. (Intisari)

Sumber: Intisari
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved