Berita Semarang

Kedapatan Sedang Nongkrong, Puluhan Pemuda di Pekalongan Dites Rapid Antigen oleh Tim Satgas

Tim gabungan satgas Covid-19 Kota Santri menggelar patroli skala besar saat PPKM level 3 untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Sejumlah warga terjaring operasi PPKM darurat level 3 di pos Tugu Nol perempatan Sibedug Kajen langsung dilakukan tes rapid antigen. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Upaya menekan angka penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Pekalongan, tim gabungan satgas Covid-19 Kota Santri menggelar patroli skala besar saat PPKM level 3, Sabtu (14/8/2021) hingga Minggu (15/8/2021) dini hari.

Dari operasi ini, terjaring puluhan pemuda yang sedang nongkrong dipinggir jalan.

Kemudian, para pemuda ini pun langsung mengikuti rapid test antigen yang dilakukan tenaga medis di pos Tugu Nol perempatan Sibedug Kajen.

Para pemuda yang terjaring langsung didata oleh petugas dan berdiri dengan saling mengantre.

Baca juga: Henny Rahman Cerita ke Zikri Daulay, Dekat dengan Alvin Faiz Sejak Beberapa Bulan Lalu

Baca juga: KGPAA Mangkunegara IX Dimakamkan di Astana Girilayu, Ini Sosoknya Menurut Wakil Wali Kota Solo

Baca juga: Putra-Putri Hantarkan Jenazah KGPAA Mangkunegara IX Menuju Pemakaman di Astana Girilayu

"Ada tiga tim yang disebar dalam operasi gabungan ini. Hasilnya 78 orang yang diperiksa terjaring operasi yustisi disaat PPKM darurat level 3, dari hasil tersebut satu orang dinyatakan positif Covid-19," kata Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria kepada Tribunjateng.com.

Kemudian, untuk masyarakat yang hasilnya positif Covid-19, langsung dibawa ke Puskesmas Kesesi 1 untuk menjalani isolasi mandiri terpusat di puskesmas tersebut.

"Patroli ini digelar tujuannya untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan," imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga masih melakukan penyekatan jalan-jalan yang akan masuk ke Kabupaten Pekalongan.

"Penyekatan jalan masih dilakukan, satu tim berada dari wilayah Karanganyar-Kajen dan satu tim lagi berada di Kajen-Wiradesa," ucapnya.

Pihaknya mengungkapkan, kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkala.

Sementara untuk lokasinya, bakal dipilih secara acak.

"Setiap malam kita sidak, begitu ada kerumunan langsung kita periksa. Lokasinya bisa dua bisa juga tiga lokasi dan itu berbeda-beda," ungkapnya.

AKBP Arief mengimbau kepada warga, agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan dan menghindari kerumunan.

Sementara itu, Dinda Lestari (17) warga Blado, Kabupaten Batang mengaku baru pertama kali dirapid antigen.

"Terkena razia perasaannya takut dan panik. Saya baru pertama kali dirapid antigen rasanya sakit sekali," kata Dinda.

Baca juga: Jual Mobil Motor Baru dan Bekas Semarang Murah Berkualitas Minggu 15 Agustus 2021

Baca juga: Jual Rumah Baru - Bekas dan Tanah Murah Semarang Minggu 15 Agustus 2021

Baca juga: Kunci Gitar Mendung Tanpo Udan

Ia terjaring razia karena baru pulang nongkrong di wilayah Kajen.

"Alhamdulillah hasilnya negatif," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved