Breaking News:

DPRD Jateng

Komisi E DPRD Jawa Tengah Dorong Guru Berinovasi dalam Pembelajaran di Masa Pandemi

Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, Abdul Hamid mendorong para guru, sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), untuk terus berinovasi.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Dialog Parlemen "Merdeka Belajar pada Masa Pandemi" dengan Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, Abdul Hamid, Senin (16/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dampak pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sampai saat ini, dirasakan di semua sektor termasuk pendidikan. Alasannya, proses pembelajaran tidak bisa dilakukan secara langsung atau tatap muka.

Kondisi tersebut tentunya membawa dampak tersendiri bagi para siswa, di antaranya menurunnya minat belajar siswa. Di samping itu, juga adanya ancaman loss learning.

Karenanya, Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, Abdul Hamid mendorong para guru, sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), untuk terus berinovasi agar mendapatkan formulasi yang tepat sehingga pembelajaran tetap berjalan.

"Kami mendorong agar bapak/ibu guru terus berkreasi, berinovasi, agar dapat formulasi yang tepat dalam pembelajaran tanpa mengurangi substansi walaupun tidak 100 persen seperti tatap muka, minimal formula tersebut menjadi pengganti tatap muka," kata Hamid, dalam dialog bertema "Merdeka Belajae pada Masa Pandemi" yang disiarkan Berlian TV, Senin (16/8/2021).

Formulasi pembelajaran tersebut, katanya, bisa dilakukan secara virtual menggunakan berbagai platform atau blended yaitu campuran antara virtual dengan tatap muka langsung.

"Tujuannya apa? Yaitu supaya tidak kehilangan substansi dari pendidikan kita, khususnya di Jawa Tengah," jelasnya.

Hamid mengapresiasi ide Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Anwar Makarim, yang mengeluarkan kebijakan Merdeka Belajar.

Menurut Hamid, kebijakan tersebut merupakan terobosan baru dengan mengambil pijakan sari kebutuhan masyarakat sehingga bisa diterapkan di daerah. Alasannya, proses pembelajaran sudah disinkronkan dengan dunia usaha dan dunia industri.

"Diibaratkan, satuan pendidikan adalah alat produksi bagaimana mencetak generasi-generasi mendatang yang siap terjun di lapangan pekerjaan," ujarnya.

Karena pandemi Covid-19, kebijakan Merdeka Belajar itu pun tak bisa berjalan maksimal. Di sisi lain, teknologi yang dijalankan dalam Merdeka Belajar justru mendapat ruang tersendiri sehingga muncul terobosan pembelajaran virtual, blended learning dan lainnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved