Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Afganistan

Kacau, Pesawat Evakuasi Pertama Jerman di Bandara Kabul Hanya Bisa Angkut 7 Orang

Pesawat militer pertama Jerman yang mendarat di Kabul hanya bisa berangkat dengan 7 orang.

Tayang:
Editor: sujarwo
Wakil Kohsar / AFP
Ilustrasi. Orang-orang Afghanistan naik ke atas pesawat di bandara di Kabul pada 16 Agustus 2021. Ribuan orang mengerumuni bandara kota itu mencoba melarikan diri dari kelompok garis keras Islam yang ditakuti, Taliban. 

TRIBUNJATENG.COM, KABUL - Pesawat militer pertama Jerman yang mendarat di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul sejak Taliban mengambil alih hanya bisa berangkat dengan tujuh orang, karena kondisi medan yang "kacau", terlalu berbahaya bagi banyak orang untuk sampai ke bandara.

“Kami memiliki situasi yang sangat kacau, berbahaya dan kompleks di bandara,” kata Menteri Pertahanan Jerman, Annegret Kramp-Karrenbauer, kepada penyiar ARD mengutip Guardian pada Selasa (17/8/2021).

Seorang juru bicara kementerian luar negeri Jerman mengatakan: “Karena situasi kacau di bandara dan baku tembak di titik akses kemarin, warga Jerman lainnya dan orang-orang yang akan dievakuasi tidak dapat diberikan akses ke bandara tanpa perlindungan dari Bundeswehr (tentara Jerman).”

Menurutnya, penjemputan orang yang berada di bagian sipil bandara tidak dimungkinkan oleh mitra yang bertanggung jawab atas keamanan di bandara.

Melansir Insider, dari tujuh pengungsi tersebut, lima warga negara Jerman, satu warga Afghanistan, dan satu orang Belanda. Media lokal Jerman melaporkan, awal pemerintah Jerman berencana mengangkut sebanyak 145 orang di pesawat.

Namun, jam malam pukul 9 malam di Kabul serta kehadiran petugas Taliban di sekitar bandara mencegah kedutaan membawa orang-orang mendekat ke lokasi evakuasi tepat waktu.

"Kami hanya punya sedikit waktu, jadi kami hanya membawa orang-orang yang berada di lokasi," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Jerman kepada Guardian.

Majalah berita Spiegel melaporkan pada Senin (16/8/2021) Kanselir Angela Merkel memberi tahu anggota parlemen bahwa pasukan AS dan Turki hanya memiliki kendali atas sebuah "pulau" dari bagian militer bandara. Sementara Taliban mengendalikan akses ke “situs” tersebut. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved