Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Pengunggah Video Ambulans Ugal-ugalan Minta Maaf, Me‎nyesal Karena Pernah Diantar 10 Kali Gratis ‎

Aduan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muhammadiyah terhadap pengunggah video 'Ambulans Ugal-ugalan' berakhir damai.

Penulis: raka f pujangga | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Kepolisian Resor (Polres) Kudus menggelar mediasi yang mempertemukan antara pelapor dan empat terlapor kasus video ambulans ugal-ugalan, di Mapolres Kudus, Kamis (19/8/2021) siang. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Aduan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muhammadiyah terhadap pengunggah video 'Ambulans Ugal-ugalan' berakhir damai.

Kepolisian Resor (Polres) Kudus menggelar mediasi yang mempertemukan antara pelapor dan empat terlapor di Mapolres Kudus, Kamis (19/8/2021) siang. 

Diketahui, kejadian itu bermula dari unggahan video yang mengomentari sopir ambulans ugal-ugalan hingga menyebabkan kecelakaan di Jalan Kudus-Purwodadi, Gang III, Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus pukul 13.30, Minggu (4/7/2021) lalu.

Pengunggah video, Ruzikan (45), warga Wates, Kecamatan Undaan‎, mengaku menyesal telah membuat video yang meresahkan masyarakat.

Baca juga: Menteri Nadiem kepada Mahasiswa Unnes: Kalian Miliki Kemerdekaan Luas untuk Tentukan Masa Depan

Baca juga: Wisata Resmi di Tegal Masih Tutup, Ada Oknum Buka Wisata Liar dan Punguti Uang Masuk pada Pengunjung

Baca juga: Gadis di Kebumen Dirudapaksa Ayah Kandung sampai Trauma, Sempat Memilih Diam

Dalam rekaman gambar itu, Ruzikan berucap ambulans tidak membawa jenazah, namun menyalakan ‎sirine dan ugal-ugalan.

"Ambulans tidak ada penumpangnya, tidak ada mayatnya, sirine dinyalakan‎, sopirnya ugal-ugalan ini," ulangnya.

Kemudian dia mengirimkan rekaman tersebut ke dalam grup media sosial hingga membuat tersebar luas dan viral.

Dia memohon maaf atas perbuatannya tersebut dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali.

"Saya menyesal, ke depannya saya tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi," ujar dia.

Apalagi, tanpa disadari, ternyata ambulans RS Aisyiyah yang direkamnya tersebut pernah mengantar anaknya sebanyak 10 kali saat harus menjalani operasi di sebuah rumah sakit di Surakarta.

"Anak saya operasi dua kali ke Solo, dan diantar pakai ambulans itu sebanyak 10 kali tanpa biaya. Makanya saya menyesal sekali," ujar dia.

Setelah kejadian, dia juga langsung menghapus rekaman video berdurasi 30 detik dari akun media sosialnya.

Selain itu, Muhammad Iwan, warga Demaan, yang ikut membuat komentar atas unggahan tersebut.

"Saya berkomentar kalau sudah begini, mau gimana lagi. Dan saya lakukan itu karena spontanitas saja," ujar dia.

Dia menyampaikan, sudah menyelesaikan secara baik-baik permasalahan itu dan telah meminta maaf apabila ada yang tersinggung terhadap komentarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved