Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Pengunggah Video Ambulans Ugal-ugalan Minta Maaf, Me‎nyesal Karena Pernah Diantar 10 Kali Gratis ‎

Aduan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muhammadiyah terhadap pengunggah video 'Ambulans Ugal-ugalan' berakhir damai.

Tayang:
Penulis: raka f pujangga | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Kepolisian Resor (Polres) Kudus menggelar mediasi yang mempertemukan antara pelapor dan empat terlapor kasus video ambulans ugal-ugalan, di Mapolres Kudus, Kamis (19/8/2021) siang. 

"Saya mengatakan itu tidak ada maksud menyakiti siapa pun, semuanya karena spontanitas," jelas dia.

Perwakilan LBH Muhammadiyah, Manda Tanjung mengatakan, telah sepakat untuk menyelesaikan persoalan itu secara damai.

"Kami sudah melakukan klarifikasi terkait alasan terlapor menyebar berita itu di media sosial," ucapnya.

Dalam pertemuan itu, pihaknya sepakat mencabut laporannya karena terlapor sudah meminta maaf secara tertulis.

‎"Kami sudah membuat laporan kepada pihak kepolisian sejak tiga minggu yang lalu," ujar dia.

Unggahan video itu dinilai merugikan karena berdampak pada kasus pelemparan batu yang terjadi di beberapa daerah lainnya.

Baca juga: Gadis di Kebumen Dirudapaksa Ayah Kandung sampai Trauma, Sempat Memilih Diam

Baca juga: Dongeng Kancil Mencuri Timun, Cerita Populer Pengantar Tidur

Dia berharap, tidak akan terjadi kasus serupa dan memohon masyarakat agar menyaring informasi yang tepat sebelum membagikan ke media sosial. 

‎Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kudus, AKP Agustinus David mengatakan, pelapor sudah mencabut aduannya dengan catatan.

"‎Sekitar tiga minggu lalu aduannya masuk dan kami klarifikasi alasannya kenapa membuat video dan membagikannya," ujar dia.

Menurut dia, dalam laporan itu ada empat orang yang diadukan kepada pihak berwajib.

"Terlapor ini orang Kudus semua," kata dia.

‎Sebelumnya, ‎Koordinator Tim Kamboja, Satriyo Yudho Budi‎ membantah, informasi yang beredar mengenai iring-iringan mobil ambulans yang ugal-ugalan tersebut.

Menurutnya, kecelakaan itu terjadi karena ada sebuah dump truk yang berhenti mendadak saat hendak menyeberang di lokasi kejadian

"Ada dump truk yang berhenti mendadak, diikuti dua mobil lain di belakangnya. Kemudian disusul tiga mobil ambulans kami," jelas dia.

Menurutnya, tim yang telah usai melaksanakan pemakaman di Purwodadi tersebut harus mengambil jenazah di rumah sakit untuk pemakaman di tempat lain.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved