Berita Kudus
Pengunggah Video Ambulans Ugal-ugalan Minta Maaf, Menyesal Karena Pernah Diantar 10 Kali Gratis
Aduan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muhammadiyah terhadap pengunggah video 'Ambulans Ugal-ugalan' berakhir damai.
Penulis: raka f pujangga | Editor: moh anhar
"Saya mengatakan itu tidak ada maksud menyakiti siapa pun, semuanya karena spontanitas," jelas dia.
Perwakilan LBH Muhammadiyah, Manda Tanjung mengatakan, telah sepakat untuk menyelesaikan persoalan itu secara damai.
"Kami sudah melakukan klarifikasi terkait alasan terlapor menyebar berita itu di media sosial," ucapnya.
Dalam pertemuan itu, pihaknya sepakat mencabut laporannya karena terlapor sudah meminta maaf secara tertulis.
"Kami sudah membuat laporan kepada pihak kepolisian sejak tiga minggu yang lalu," ujar dia.
Unggahan video itu dinilai merugikan karena berdampak pada kasus pelemparan batu yang terjadi di beberapa daerah lainnya.
Baca juga: Gadis di Kebumen Dirudapaksa Ayah Kandung sampai Trauma, Sempat Memilih Diam
Baca juga: Dongeng Kancil Mencuri Timun, Cerita Populer Pengantar Tidur
Dia berharap, tidak akan terjadi kasus serupa dan memohon masyarakat agar menyaring informasi yang tepat sebelum membagikan ke media sosial.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kudus, AKP Agustinus David mengatakan, pelapor sudah mencabut aduannya dengan catatan.
"Sekitar tiga minggu lalu aduannya masuk dan kami klarifikasi alasannya kenapa membuat video dan membagikannya," ujar dia.
Menurut dia, dalam laporan itu ada empat orang yang diadukan kepada pihak berwajib.
"Terlapor ini orang Kudus semua," kata dia.
Sebelumnya, Koordinator Tim Kamboja, Satriyo Yudho Budi membantah, informasi yang beredar mengenai iring-iringan mobil ambulans yang ugal-ugalan tersebut.
Menurutnya, kecelakaan itu terjadi karena ada sebuah dump truk yang berhenti mendadak saat hendak menyeberang di lokasi kejadian
"Ada dump truk yang berhenti mendadak, diikuti dua mobil lain di belakangnya. Kemudian disusul tiga mobil ambulans kami," jelas dia.
Menurutnya, tim yang telah usai melaksanakan pemakaman di Purwodadi tersebut harus mengambil jenazah di rumah sakit untuk pemakaman di tempat lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ambulans-ugal-ugalan-2-3-4.jpg)