Berita Kudus
Pengunggah Video Ambulans Ugal-ugalan Minta Maaf, Menyesal Karena Pernah Diantar 10 Kali Gratis
Aduan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muhammadiyah terhadap pengunggah video 'Ambulans Ugal-ugalan' berakhir damai.
Penulis: raka f pujangga | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Aduan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muhammadiyah terhadap pengunggah video 'Ambulans Ugal-ugalan' berakhir damai.
Kepolisian Resor (Polres) Kudus menggelar mediasi yang mempertemukan antara pelapor dan empat terlapor di Mapolres Kudus, Kamis (19/8/2021) siang.
Diketahui, kejadian itu bermula dari unggahan video yang mengomentari sopir ambulans ugal-ugalan hingga menyebabkan kecelakaan di Jalan Kudus-Purwodadi, Gang III, Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus pukul 13.30, Minggu (4/7/2021) lalu.
Pengunggah video, Ruzikan (45), warga Wates, Kecamatan Undaan, mengaku menyesal telah membuat video yang meresahkan masyarakat.
Baca juga: Menteri Nadiem kepada Mahasiswa Unnes: Kalian Miliki Kemerdekaan Luas untuk Tentukan Masa Depan
Baca juga: Wisata Resmi di Tegal Masih Tutup, Ada Oknum Buka Wisata Liar dan Punguti Uang Masuk pada Pengunjung
Baca juga: Gadis di Kebumen Dirudapaksa Ayah Kandung sampai Trauma, Sempat Memilih Diam
Dalam rekaman gambar itu, Ruzikan berucap ambulans tidak membawa jenazah, namun menyalakan sirine dan ugal-ugalan.
"Ambulans tidak ada penumpangnya, tidak ada mayatnya, sirine dinyalakan, sopirnya ugal-ugalan ini," ulangnya.
Kemudian dia mengirimkan rekaman tersebut ke dalam grup media sosial hingga membuat tersebar luas dan viral.
Dia memohon maaf atas perbuatannya tersebut dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali.
"Saya menyesal, ke depannya saya tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi," ujar dia.
Apalagi, tanpa disadari, ternyata ambulans RS Aisyiyah yang direkamnya tersebut pernah mengantar anaknya sebanyak 10 kali saat harus menjalani operasi di sebuah rumah sakit di Surakarta.
"Anak saya operasi dua kali ke Solo, dan diantar pakai ambulans itu sebanyak 10 kali tanpa biaya. Makanya saya menyesal sekali," ujar dia.
Setelah kejadian, dia juga langsung menghapus rekaman video berdurasi 30 detik dari akun media sosialnya.
Selain itu, Muhammad Iwan, warga Demaan, yang ikut membuat komentar atas unggahan tersebut.
"Saya berkomentar kalau sudah begini, mau gimana lagi. Dan saya lakukan itu karena spontanitas saja," ujar dia.
Dia menyampaikan, sudah menyelesaikan secara baik-baik permasalahan itu dan telah meminta maaf apabila ada yang tersinggung terhadap komentarnya.
"Saya mengatakan itu tidak ada maksud menyakiti siapa pun, semuanya karena spontanitas," jelas dia.
Perwakilan LBH Muhammadiyah, Manda Tanjung mengatakan, telah sepakat untuk menyelesaikan persoalan itu secara damai.
"Kami sudah melakukan klarifikasi terkait alasan terlapor menyebar berita itu di media sosial," ucapnya.
Dalam pertemuan itu, pihaknya sepakat mencabut laporannya karena terlapor sudah meminta maaf secara tertulis.
"Kami sudah membuat laporan kepada pihak kepolisian sejak tiga minggu yang lalu," ujar dia.
Unggahan video itu dinilai merugikan karena berdampak pada kasus pelemparan batu yang terjadi di beberapa daerah lainnya.
Baca juga: Gadis di Kebumen Dirudapaksa Ayah Kandung sampai Trauma, Sempat Memilih Diam
Baca juga: Dongeng Kancil Mencuri Timun, Cerita Populer Pengantar Tidur
Dia berharap, tidak akan terjadi kasus serupa dan memohon masyarakat agar menyaring informasi yang tepat sebelum membagikan ke media sosial.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kudus, AKP Agustinus David mengatakan, pelapor sudah mencabut aduannya dengan catatan.
"Sekitar tiga minggu lalu aduannya masuk dan kami klarifikasi alasannya kenapa membuat video dan membagikannya," ujar dia.
Menurut dia, dalam laporan itu ada empat orang yang diadukan kepada pihak berwajib.
"Terlapor ini orang Kudus semua," kata dia.
Sebelumnya, Koordinator Tim Kamboja, Satriyo Yudho Budi membantah, informasi yang beredar mengenai iring-iringan mobil ambulans yang ugal-ugalan tersebut.
Menurutnya, kecelakaan itu terjadi karena ada sebuah dump truk yang berhenti mendadak saat hendak menyeberang di lokasi kejadian
"Ada dump truk yang berhenti mendadak, diikuti dua mobil lain di belakangnya. Kemudian disusul tiga mobil ambulans kami," jelas dia.
Menurutnya, tim yang telah usai melaksanakan pemakaman di Purwodadi tersebut harus mengambil jenazah di rumah sakit untuk pemakaman di tempat lain.
Sehingga ambulans memacu kendaraannya cukup cepat dan menyalakan rotator agar cepat sampai ke tujuan.
"Memang cepat, tapi tidak sampai 90 km per jam. Mobil juga berjalan sesuai jalur marka juga," jelas dia.
Menurutnya, rotator bisa dinyalakan meski tidak membawa jenazah.
Namun pada saat itu ada kebutuhan mendesak agar bisa segera menjemput jenazah lain.
"Karena kami juga harus mengambil jenazah lain, karena dari keluarga juga memberikan tekanan untuk pemakaman segera," ujar dia.
Atas kejadian itu, pihaknya telah membawa kasus tersebut ke polsek setempat.
Kerusakan mobil ambulans paling parah ada di urutan ke dua karena dihimpit dari depan dan belakang.
"Yang tengah itu paling parah karena kaca depan dan belakangnya pecah. Jadi sekarang di bengkel," jelas dia.
Selain itu, pihaknya juga membantah ada satu ambulans yang melarikan setelah kejadian tersebut.
Menurutnya, ambulans itu segera meninggalkan tempat kejadian karena mengangkut satu sopir yang syok pasca kecelakaan.
Sopir itu membawa ambulans urutan yang paling depan sendiri, dan mengalami benturan cukup keras.
Baca juga: Tips Percintaan yang Harus Siap Dihadapi Setelah Kehilangan Kekasih
Baca juga: Not Angka Pianika Halo Halo Bandung Ibukota Periangan Lirik
"Usul dari dokter yang ikut rombongan kami juga, untuk segera ke rumah sakit. Bukan melarikan diri seperti yang diberitakan," ujar dia.
Dia meminta warga masyarakat tidak membagikan video tersebut sebelum melakukan kroscek terkait kebenarannya.
"Beberapa akun media sosial yang menyebar informasi itu sudah kami jelaskan kebenarannya. Jadi kami minta untuk tidak sembarangan berkomentar," kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ambulans-ugal-ugalan-2-3-4.jpg)