Breaking News:

Berita Batang

Cara Kreatif SMPN 4 Bawang Batang Siasati Kendala Akses Internet Pembelajaran Daring

Kabut cukup tebal menyelimuti hampir seluruh permukiman Dukuh Winong, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, akhir pekan lalu

Penulis: dina indriani | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/Dina Indriani
Sejumlah siswa SMP Negeri 4 Bawang memanfaatkan fasilitas sekolah laptop dan jaringan internet gratis untuk mencari bahan pelajaran daring, Kamis (19/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG -- Kabut cukup tebal menyelimuti hampir seluruh permukiman Dukuh Winong, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, akhir pekan lalu.

Dukuh yang berada di kaki Gunung Prahu itu memiliki keindahan alam yang masih asri dengan hamparan perbukitan.

Sebuah bangunan sekolah tampak berdiri sendiri, dikelilingi hamparan hijau perbukitan dan deretan pegunungan yang menjulang tinggi.

Sekolah itu merupakan satu-satunya sekolah berjenjang menengah pertama (SMP) di desa itu yang didirikan pada 2014.

Keberadaan SMP Negeri 4 Bawang itupun menjadi harapan baru bagi anak-anak di desa tersebut untuk bisa merasakan belajar di bangku sekolah menengah pertama, meski mereka harus menempuh perjalanan panjang dan jalan yang sulit.

Afiyanatu Suibah (14), misalnya. Setiap hari ia harus berjalan kaki naik turun bukit melewati jalan yang cukup terjal dengan jarak tempuh 15-20 menit dari rumahnya di Dukuh Sigemplong. Semangatnya tidak pernah lesu. Ia ingin terus belajar menggapai cita-citanya sebagai seorang guru.

"Berjalan kaki sudah biasa menyusuri bukit naik turun, jalannya lumayan terjal, saya tetap menikmati dan senang karena bisa bersekolah. Hanya saja kalau hujan deras terpaksa tidak berangkat, karena beberapa jalan rawan longsor," tutur siswa kelas 9 itu, saat ditemui Tribun Jateng, Jumat (20/8).

Afi, sapaannya, hanyalah satu potret anak pelosok desa yang harus berjuang untuk menempuh pendidikan, di mana seluruh siswa di SMPN 4 Bawang juga merasakan hal yang sama.

Namun, hal itu tak pernah meluruhkan niat mereka untuk terus belajar di sekolah. Di tengah perjuangan mereka yang belum usai, pandemi covid-19 melanda negeri ini. Semua sektor ikut terdampak, tak terkecuali sektor pendidikan.

Untuk mencegah penularan yang lebih meluas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan kebijakan penerapan pembelajaran sistem online untuk seluruh sekolah di Indonesia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved