Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Cara Kreatif SMPN 4 Bawang Batang Siasati Kendala Akses Internet Pembelajaran Daring

Kabut cukup tebal menyelimuti hampir seluruh permukiman Dukuh Winong, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, akhir pekan lalu

Penulis: dina indriani | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/Dina Indriani
Sejumlah siswa SMP Negeri 4 Bawang memanfaatkan fasilitas sekolah laptop dan jaringan internet gratis untuk mencari bahan pelajaran daring, Kamis (19/8/2021). 

Berawal dari situ, Sugito yang merupakan lulusan Teknik Informatika di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, terus mengembangkan inovasi jaringan tersebut untuk menjalankan sistem Pembelajaran Daring Tanpa Kuota Berbasis Jaringan Lokal "Jaring Paku Sijaka" yang telah diterapkan sejak April 2020. "Gambaran Jaring Paku Sijaka ini merupakan kombinasi antara internet dan intranet," paparnya, saat ditemui, Jumat (20/8).

Inisiatif Jaring Paku Sijaka, menurut dia, merupakan adaptasi dari konsep RT/RW Net yang sudah umum berkembang di masyarakat. RT/RW Net yaitu konsep di mana beberapa komputer dalam suatu perumahan atau blok dapat saling berhubungan, dan dapat berbagi data serta informasi.

Perbedaannya dengan Jaring Paku Sijaka yaitu kombinasi antara internet dan intranet yang dapat menghubungkan perangkat komputer atau gawai untuk berbagi informasi, terutama tentang pembelajaran.

"Inovasi pembelajaran ini dapat diakses tanpa internet sama sekali, karena perangkat terhubung hotspot sekolah menggunakan IP privat (intranet)," terangnya.

Sugito mengungkapkan, Jaring Paku Sijaka diawali dengan penyiapan prasarana intranet berupa server localhost dan jaringan peer to peer (PTP) berupa antena mikrotik yang dipasang di pemukiman siswa, yaitu Dukuh Sigemplong, Dukuh Rejosari, Dukuh Pranten, dan Dukuh Bintoro Mulyo, serta di SMPN 4 Bawang. Prasarana jaringan internet dengan membuat PTP melalui antena mikrotik dari GarudaNet yang berada di Bawang.

"Cara kerja inovasi ini dari data pembelajaran yang berisi materi pembelajaran, media pembelajaran, penugasan, penilaian, perpustakaan, dan informasi disiapkan di server localhost, kemudian alamat localhost diunggah melalui IP public, selanjutnya dipancarkan melalui jaringan PTP/hotspot yang telah disediakan," jelasnya.

Kemudian, guru ataupun siswa dapat mengakses pembelajaran melalui https://sinau.smpnegeri4bawang.sch.id penilaian melalui https://cbt.smpnegeri4bawang.sch.id literasi melalui https://perpustakaan.smpnegeri4bawang.sch.id.

"Untuk mengakses pembelajaran, jika perangkat komputer atau gawai guru/siswa tersambung ke hotspot sekolah, maka dapat mengakses tanpa internet, jika tidak tersambung hotspot sekolah, tetap dapat mengakses pembelajaran di mana saja melalui internet," paparnya.

Sugito menyebut, sejauh ini inovasi itu cukup dapat mengatasi masalah sinyal internet untuk mendukung pembelajaran daring.

"Dengan inovasi ini, proses pembelajaran daring dapat berlangsung lancar, walau tidak ada fasilitas fiber optik, bahkan area blank spot. Selain itu juga tanpa menggunakan kuota internet sama sekali untuk mengatasi keluhan orang tua siswa tentang mahalnya biaya kuota," ucapnya.

Sugito berharap, apa yang dia lakukan bisa berdampak baik pada potret pendidikan di daerah terisolir, karena dengan koneksi internet yang dibutuhkan di era digital ini bisa mendukung SDM unggul dan membuat Indonesia semakin maju. (din)

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kendal Hari Ini Senin 23 Agustus 2021, Hujan Turun Malam Hari

Baca juga: Hotline Semarang : Apakah Tempat Olahraga Tertutup Sudah Boleh Beroperasi?

Baca juga: Benarkah Antibodi Vaksin Sinovac Hilang Setelah 6 Bulan? Simak Penjelasannya

Baca juga: Hari Ini, Senin (23/8) Harga Emas Antam Turun Rp 2.000 ke Rp 946.000 per Gram

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved