Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penanganan Corona

Benarkah Antibodi Vaksin Sinovac Hilang Setelah 6 Bulan? Simak Penjelasannya

Sayangnya, belakangan ini beredar informasi yang menyebut antibodi yang terbentuk setelah divaksin Sinovac hanya bertahan 6 bulan

Editor: muslimah
ISTIMEWA
Vaksin Sinovac yang didistribusikan ke Puskesmas Randudongkal Pemalang, beberapa waktu lalu.  

TRIBUNJATENG.COM - Saat ini di Indonesia vaksin Sinovac merupakan salah satu jenis vaksin Covid-19 yang banyak digunakan.

Proses vaksinasi terus digalakkan di seluruh penjuru tanah air dengan harapan herd immunity segera terbentuk.

Sejak awal, vaksin Covid-19 ini sudah menuai pro kontra dari masyarakat terkait uji klinis yang kala itu belum terbukti.

Namun kini Sinovac terbukti aman digunakan pada jutaan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Milisi Taliban Bergerak ke Lembah Panjshir, Tempat Terakhir Pertahanan Tentara Afghanistan

Baca juga: Manfaat Jahe untuk Menurunkan Kolesterol, Cukup Tambahkan Tiga Bahan Ini

Sayangnya, belakangan ini beredar informasi yang menyebut antibodi yang terbentuk setelah divaksin Sinovac hanya bertahan 6 bulan.

Ini artinya, masyarakat nanti membutuhkan vaksin booster atau vaksin dosis ketiga untuk perlindungan melawan Covid-19.

Benarkah demikian?

Ketua Tim Uji Klinis Nasional Vaksin Covid-19 Kusnandi Rusmil membenarkan bahwa antibodi dalam tubuh yang dihasilkan Sinovac menurun setelah 6 bulan menerima vaksin dosis kedua.

Kendati demikian, setiap orang yang sudah melakukan vaksin Covid-19 Sinovac dua dosis sudah memiliki antibodi yang tinggi untuk melawan virus corona.

"Tapi setiap orang yang sudah divaksin akan membentuk antibodi yang tinggi bila kontak dengan virus Covid," katanya, dilansir dari Kompas.com.

Penurunan jumlah antibodi ini tidak perlu dikhawatirkan selama tidak ada infeksi virus atau belum divaksin ulang.

Pasalnya, kekebalan tubuh tetap bisa terjaga karena adanya yang namanya sel memori di dalam tubuh manusia.

Vaksin Sinovac bisa menginduksi terbentuknya sel T alias sel memori yang akan memicu pembentukan antibodi dalam kadar yang tinggi jika terinfeksi Covid-19 lagi.

Sel ini, tambahnya, bisa mengingat bentuk dari virus tersebut sehingga ketika terinfeksi akan cepat memicu tubuh untuk membentuk antibodi.

Jumlah antibodi yang terbentuk bahkan bisa jauh lebih tinggi hingga tiga kali lipatnya.

Karena alasan ini, vaksin Covid-19 dosis ketiga untuk masyarakat non tenaga kesehatan belum dibutuhkan. (Nova)

Sumber: Nova
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved