Breaking News:

Berita Kudus

Berkonsep Blended Learning, Sekolah Murid Merdeka di Kudus Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Sekolah Murid Merdeka (SMM) di Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kudus resmi membuka kelas offline atau pembelajaran tatap muka (PTM).

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: moh anhar
Dokumentasi SMM
Siswa SMM Hub sedang mengikuti proses pembelajaran tatap muka. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sekolah Murid Merdeka (SMM) di Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kudus resmi membuka kelas offline atau pembelajaran tatap muka (PTM).

PTM tersebut dinilai menjawab keresahan para orangtua selama pandemi berlangsung.

Untuk kelas offline di Kudus yang sudah dibuka berupa SMM Hub masih jenjang PAUD A.

Proses pembelajaran offline hanya diikuti peserta didik terbatas dan menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Baznas Tanggung Biaya Pendidikan Anak Yatim Akibat Covid-19 di Kabupaten Semarang

Baca juga: Kurangi Beban Pandemi, Pemkot Semarang Bagikan 800 Paket Bantuan kepada Lansia

Baca juga: Serbuan Vaksin Covid-19 di Kabupaten Tegal Sediakan 30 ribu Dosis, Pangkoarmada ll: Segera Habiskan

Meskipun begitu anak-anak tetap terlihat senang dan nyaman selama mengikuti pembelajaran.

Menurut Kepala Sekolah Murid Merdeka Laksmi Mayesti, SMM Hub hadir sebagai kelas offline untuk melengkapi pengalaman peserta didik dalam belajar.

"Kami ingin memberikan ruang untuk murid dapat belajar langsung dengan fasilitator pendamping dan teman sekolah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (25/8/2021).

Laksmi mengatakan bahwa kelas luring di SMM Hub dilengkapi bahan ajar dan alat peraga atau praktikum yang lengkap, sehingga para siswa mendapatkan pengalaman belajar tatap muka yang lebih optimal.

Menerapkan sistem pembelajaran blended learning, murid bukan sekadar belajar dalam jaringan (daring) atau online saja, tetapi menggabungkan pembelajaran daring dan tatap muka langsung sehingga terjadi interaktif. 

Menurutnya, SMM mengutamakan kenyamanan anak dalam belajar.

Dengan dukungan kemajuan teknologi membuat akses pembelajaran di SMM menjadi fleksibel.

Orangtua pun dapat memantau aktivitas belajar anak langsung dari gawainya masing-masing. 

Selain di Kudus, rencananya SMM Hub juga akan membuka kelas offline di beberapa kota lainnya.

Baca juga: Rektor UIN Walisongo Apresiasi Pemerintah Terkait Penanganan Covid Saat Wisuda 828 Mahasiswa

Baca juga: 9934 Balita di Banjarnegara Alami Stunting, Wabup: Masih Perlu Upaya Lebih untuk Menurunkan

Baca juga: UKM Rohis STIE Bank BPD Jateng Gelar Lomba Cover Sholawat dan Tilawah

"Sekarang ini sudah hadir juga di delapan kota, yakni Tangerang Selatan, Jakarta Selatan, Depok, Bekasi, Bogor Bandung, Semarang dan Surabaya," ujarnya.

"Targetnya SMM Hub akan dibuka di 80 kota di Indonesia pada akhir 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan yang sesuai standar," tambah dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved