Breaking News:

Berita Kendal

Ketua Komisi D DPRD Kendal: PTM Tidak Hanya Formalitas Pembelajaran Langsung

Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendal mendorong penuh dibukanya kembali pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. 

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendal mendorong penuh dibukanya kembali pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. 

Ketua Komisi D DPRD Kendal, Mahfud Sodiq mengingatkan, kunci utama suksesnya PTM saat pandemi Covid-19 adalah taat protokol kesehatan.

Artinya, semua sekolah yang ditunjuk mengikuti pembelajaran tatap muka harus benar-benar memperhatikan protokol kesehatan yang sudah diatur.

Termasuk membatasi jumlah siswa, mengontrol aktivitas siswa selama di dalam sekolah, serta memastikan guru dan siswa selalu memakai masker dan menjaga jarak.

"Prokes ini harus dijaga. Lebih penting dari itu, ada keterputusan generasi karena pandemi ini, sehingga menjadi tanggung jawab bersama," terangnya, Selasa (24/8/2021).

Mahfud menegaskan, pembelajaran tatap muka bukan semata-mata sebuah formalitas belajar saja. 

Akan tetapi, ia berharap ada formula yang disiapkan para tenaga pendidik untuk percepatan pengajaran.

Dengan harapan, materi pegetahuan yang tertinggal selama 1 tahun pembelajaran bisa dikejar dengan bimbingan yang intens dari para tenaga pendidik.

Di sisi lain, Mahfud juga mendorong pemerintah daerah setempat untuk memprioritaskan vaksinasi kepada para tenaga pendidik.

Dengan maksud, semua tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Kendal sudah tervaksin semua ketika sekolah dibuka serentak nantinya. 

Termasuk upaya vaksinasi yang menyasar anak-anak usia 12 tahun ke atas.

"Percepatan vaksinasi bagi tenaga pendidik harus jadi prioritas agar sekolah bisa segera tatap muka semua. Yang jadi masalah stok vaksin, sehingga jadi PR bersama untuk membentuk herdimmunity merata," ujarnya.

Mahfud meyakinkan kepada para wali murid supaya tidak cemas dengan PTM yang mulai dibuka. 

Semua itu dilakukan dengan perencanaan yang matang untuk membangun kembali pendidikan pasca pandemi Covid-19.

"Kita juga berharap orangtua mendampingi terus pembelajaran anaknya. Orangtua harus bekerjasama dengan sekolah agar PTM berjalan lancar. Semua ini agar masyarakat tidak jenuh dalam membimbing belajar anak selama di rumah," tuturnya. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved