Berita Kota Pekalongan
BPBD Kota Pekalongan Berikan Berbagai Cara Penanggulangan Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, Jawa Tengah melaksanakan sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana kepada masyarakat
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, Jawa Tengah melaksanakan sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana kepada masyarakat umum dan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar mereka membiasakan diri apabila di daerah tersebut dilanda bencana. Pelatihan ini dilaksanakan di halaman Pemkot Pekalongan.
Berbagai materi diajarkan, seperti teknik memadamkan api tabung gas elpiji menggunakan peralatan sederhana hingga menggunakan alat pemadam api ringan (apar).
"Adanya pelatihan pemadaman kebakaran ini sebagai bentuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi risiko kebencanaan terutama kebakaran," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan Saminta saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Sabtu (28/8/2021).
Menurutnya, tujuan dari sosialisasi ini untuk mengurangi angka kerugian, baik materi dan korban jiwa jika terjadi bencana kebakaran.
"Simulasi ini harapannya memberikan edukasi kepada masyarakat manakala terjadi sesuatu kan gitu. Ikut bekerja, namun memberikan informasi-informasi pemahaman kepada masyarakat dan sebabnya," ujarnya.
Selain itu, media juga memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan bencana sehingga perlu ada peningkatan profesionalisme dalam peliputan penanggulangan bencana. Dimana, media berkontribusi besar dalam melambungkan pemahaman masyarakat soal mitigasi bencana.
"Media memiliki peran penting dalam upaya penanggulan bencana, sehingga perlu ada peningkatan profesionalisme dalam peliputan penanggulangan bencana."
"Peliputan tidak hanya terfokus pada respon terhadap bencana, tetapi juga harus ada kepedulian dan pemahaman masyarakat melalui media tentang upaya-upaya penanggulangan bencana yang lebih signifikan dan seluas-luasnya terhadap bencana yang selama ini terjadi," imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengapresiasi kegiatan sosialisasi kebencanaan yang diselenggarakan BPBD Kota Pekalongan.
Terlebih, saat ini sudah hampir memasuki musim penghujan tentu antisipasi kebencanaan ini harus dipersiapkan secara lebih optimal.
"Bencana rutin seperti banjir akibat curah hujan tinggi maupun rob masih sering terjadi di Kota Pekalongan. Sementara, upaya penanganan dan pembangunan tanggul banjir dan rob di Kota Pekalongan masih dilakukan secara bertahap," katanya.
Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan mengatakan, koordinasi dan sinergi Pemerintah Kota Pekalongan dengan awak media sudah terjalin baik.
Pihaknya berharap, sebagai insan pers yang mengetahui langsung kondisi riil di lapangan saat terjadi bencana dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, peran media bisa memberikan informasi-informasi kebencanaan maupun menyampaikan masukan-masukan masyarakat terkait mitigasi bencana di Kota Pekalongan kepada pemerintah.
"Teman-teman media ini justru yang sering di lapangan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, harapannya mereka harus bisa memberikan informasi kejadian bencana dan antisipasi dini misalnya tanggul jebol, masukan-masukan dari warga."
"Kami berharap media bisa terus bersinergi dan berkolaborasi bersama dengan pemerintah," tambahnya. (Dro)
Baca juga: Jual Rumah Baru - Bekas dan Tanah Murah Semarang Sabtu 28 Agustus 2021
Baca juga: Video Pengusaha Mebel Hadapi Kelangkaan Kontainer
Baca juga: Isu Reshuffle Menguat Usai PAN Gabung, Dikabarkan akan Ada Tujuh Menteri Direshuffle
Baca juga: Info Gempa Hari Ini: Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Keerom Papua, Warga Panik: Saya sampai Pusing
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :