Senin, 8 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Berlatar Belakang Anak Buruh Tani Asal Kudus, Susilowati Buktikan Sukses Raih Gelar Doktor‎ di Unnes

Berlatar keluarga buruh tani di Kudus, Susilowati mampu menuntaskan pendidikannya di Unnes hingga jenjang S3.

Tayang:
Penulis: raka f pujangga | Editor: moh anhar
Dokumentasi Unnes
Susilowati (31) warga Dukuh Mijen RT 1, RW 10‎ Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, anak seorang buruh tani yang sukses menyelesaikan program Doktoral Manajemen Kependidikan di Unnes, Senin (30/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Berangkat dari keluarga buruh tani di Dukuh Mijen RT 1, RW 10‎ Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.

Tak menyurutkan niat Susilowati, untuk menuntaskan pendidikannya di Universitas Negeri Semarang (Unnes) dari jenjang pendidikan S1, S2 dan S3.

Bahkan, Susilowati (31) satu-satunya anak dari sembilan bersaudara yang mampu menempuh pendidikan hingga S3.

Baca juga: Pemenuhan Ruang Terbuka Hijau di Semarang Baru Capai 15 Persen, Pemkot Rancang Bikin Taman Baru

Baca juga: PPKM Melonggar, Okupansi Hotel di Tawangmangu Karanganyar Alami Peningkatan Secara Bertahap

Baca juga: Kelola Parkir Lebh Aman dan Nyaman, Terminal Bulupitu Purwokerto Gunakan Sistem Parking Gate

Sedangkan delapan saudara lainnya, kebanyakan tidak mampu menuntaskan pendidikan sekolah dasar karena tidak ada biaya.

"Yang lulus SD dan SMP hanya dua orang, kakak saya yang lainnya nggak lulus SD," jelas ‎lulusan program doktoral Ilmu Kependidikan itu.

Dia menceritakan, ayahnya Parwi, yang bekerja sebagai buruh tani menjadi penyemangatnya untuk menimba ilmu.

Meskipun dari pekerjaan ayahnya, Susi tak pernah berharap untuk dapat membantunya menyelesaikan biaya perkuliahan.

"Saya kerja sambil kuliah untuk membayar biaya kuliah. Orang tua nggak mungkin karena pendapatan dari buruh tani cuma Rp 35 ribu," ujar dia.

‎Jadi mumpung masih muda, dia bertekad kuliah S3 karena memang punya angan-angan harus sudah mendapat gelar doktor pada usia 30-an.

"Alhamdulillah tgl 30 Agustus 2021 ini saya melaksanakan sidang terbuka promosi ujian doktor saya," ujarnya.

Sedikit menengok ke belakang, Susi masuk kuliah S3 tahun 2017, pada waktu itu hanya punya uang Rp 10 juta untuk modal masuk.

Selanjutnya, dia tidak punya uang lagi tetapi selalu optimistis pasti bisa menyelesaikan S3 walaupun tidak ada uang lagi.

"Karena Allah pasti akan menolong hambanya yang bersungguh2 dalam ikhtiar dan Alhmadulillah bisa lulus tahun 2021 sekarang ini," ujarnya.

Suka duka selama kuliah S3 sangat lah kompleks, dimana dia harus mengatur waktu kuliah dan bekerja.

"Saya harus mengumpulkan uang untuk biaya kuliah, yang pasti saya selalu optimis untuk menjadi lebih sukses. Makanya setiap kali kuliah, saya harus menunda satu tahun untuk mengumpulkan uang dari bekerja," kata dia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved