Breaking News:

Berita Karanganyar

PPKM Melonggar, Okupansi Hotel di Tawangmangu Karanganyar Alami Peningkatan Secara Bertahap

Tingkat okupansi hotel di kawasan wisata Tawangmangu Kabupaten Karanganyar mengalami peningkatan secara bertahap.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Tamu hotel saat melakukan registrasi di Nava Hotel Tawangmangu Karanganyar, Senin (30/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Tingkat okupansi hotel di kawasan wisata Tawangmangu Kabupaten Karanganyar mengalami peningkatan secara bertahap semenjak adanya kelonggaran terkait kebijakan PPKM.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar telah mengizinkan pengelola objek wisata untuk melakukan uji coba pembukaan wisata pada pekan lalu. Sebelumnya semua objek wisata di Kabupaten Karanganyar terpaksa ditutup sementara semenjak adanya kebijakan PPKM darurat pada awal awal Juli 2021.

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka di Semarang Dimulai, Satpol PP Datangi Sekolah, Pantau Pelaksanaan Prokes

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Hunian Warga, Pemkab Purbalingga Dapat Bantuan Rp 6 Miliar untuk Bedah Rumah

Baca juga: Sudah Masuk Kategori PPKM Level 3, Kapan Car Free Day di Simpanglima Kota Semarang Dibuka?

Marketing Communication Nava Hotel Tawangmangu, Devi Susanti menyampaikan, adanya pelonggaran kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat turut berdampak terhadap tingkat okupansi hotel.

"Awal PPKM darurat kemarin tingkat okupansi hanya sekitar 30 persen. Kemudian akhir Juli 2021 meningkat menjadi 60 persen. Agustus ini sudah mencapai 80 persen," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Senin (30/8/2021).

Dia menuturkan, adanya kebijakan penyekatan guna mengurangi mobilitas masyarakat dari kepolisian di akses menuju Tawangmangu setiap hari Minggu juga berdampak terhadap tingkat okupansi.

"Sebenarnya tamu hotel kan termasuk dalam pengecualian. Tamu banyak yang tanya, takutnya sudah sampai Tawangmangu nanti diminta putar balik. Saya bantu menjelaskan," ucapnya.

Dalam rangka mendukung program vaksinasi, Devi mengungkapkan turut memberikan diskon kepada tamu hotel yang menunjukan bukti vaksin saat berkunjung ke Nava Hotel.

"Diskon 20 persen untuk food and beverage," ungkapnya.

Baca juga: Dukung Industri Smelter di Sulawesi, PLN Tambah Pasokan Listrik ke PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia

Baca juga: Unsoed Purwokerto Kawal Ketahanan Pangan Nasional Melalui Riset Padi Unggulan

Baca juga: Semen Gresik Dukung Penguatan Kapasitas Guru TPQ di Enam Desa Binaan

Sementara itu Penasehat Perhimpunan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI) Karanganyar, Karwadi menambahkan, memang ada peningkatan okupansi hotel dan resto meski tidak terlalu signifikan.

"Okupansi kalau hotel-hotel besar dan berbintang rata-rata mencapai 30-50 persen. Kalau hotel melati, pondok wisata 10 persen," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved