Berita Banjarnegara
Kasus Pembunuhan Hana Mama Muda Banjarnegara, Polda Jateng: Mengarah ke Suami
Ditreskrimum Polda Jateng menduga hasil penyelidikan sementara mengarah kepada suami korban.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM,BANJARNEGARA - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng duga pelaku pembunuhan seorang ibu muda Hana (21), di pinggir jalan Dusun Buntu, Desa Bakal Kecamatan Batur, Banjarnegara adalah suaminya sendiri.
Hana meninggal akibat luka tusuk di bagian leher.
Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani mengatakan Ditreskrimum Polda Jateng membantu penyelidikan terhadap kasus tersebut.
Pihaknya menduga hasil penyelidikan sementara mengarah kepada suami korban.
"Saat ini kami belum bisa memastikan. Kami melakukan penyelidikan berdasarkan barang bukti dan alat bukti yang nanti bisa gunakan untuk pengungkapan ataupun pemenuhan apakah dia pelakunya," ujarnya, Senin (30/8/2021).
Ia menuturkan hingga saat ini suami korban tidak berada di tempat.
Saat ini Polisi masih melakukan pencarian terhadap suami korban.
Sebelumnya, peristiwa tragis terjadi di Desa Bakal Kecamatan Batur, Banjarnegara.
Seorang ibu muda, Hana (21), meninggal usai terluka bersimbah darah di pinggir jalan Dusun Buntu, Desa Bakal, Minggu sore (29/8/2021).
Hana meninggal usai terlibat pertengkaran dengan seorang pria yang diduga suaminya di jalan, Dusun Buntu Desa Bakal.
Hana meninggal di Puskesmas Batur akibat luka tusuk di leher.
Keluarga korban di Desa Bakal sangat terpukul atas kejadian ini.
Suasana duka menyelimuti keluarga di rumah duka, Dusun Buntu.
Fauzan, kerabat korban mengatakan, kejadian tragis itu terjadi usai korban pulang kerja dari pabrik jamur.
"Itu pulang kerja, ternyata dibuntuti, " katanya, Senin (30/8/2021)
Sesampai di jalan masuk menuju Dusun Buntu, ibu satu anak itu dihadang oleh pria diduga suaminya.
Fauzan sempat melihat dari kejauhan pasangan itu terlihat pertengkaran.
Ia pun berusaha lari mendekat untuk melerai keduanya.
Alangkah kaget, yang ia lihat bukan sekadar pertengkaran.
Ia melihat pria itu menghujamkan senjata tajam bertubi-tubi ke arah korban.
"Dari kejauhan seperti dipukuli, setelah saya mendekat, ternyata pelaku pakai pisau, " katanya.
Korban yang bersimbah darah sempat dilarikan ke Puskesmas.
Tetapi takdir berkata lain. Ia meregang nyawa karena luka serius di lehernya.