Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Serangan Roket Terus Bayangi Proses Evakuasi Warga di Bandara Kabul Afghanistan

setidaknya lima roket dilontarkan ke arah bandara Kabul, Afghanistan, pada Senin (30/8) pagi.

Editor: Vito
AFP/WAKIL KOHSAR
ilustrasi - Kondisi di Bandara Kabul, Afghanistan 

TRIBUNJATENG.COM, KABUL - Pasukan militer AS dan sekutunya terus bergegas mengevakuasi warga mereka dan warga Afganistan sebelum melampaui tenggat waktu yang disepakati Taliban dan Washington pada Selasa (31/8).

Namun, di tengah upaya itu, setidaknya lima roket dilontarkan ke arah bandara Kabul, Afghanistan, pada Senin (30/8) pagi. Hal itu dikonfirmasi seorang pejabat AS kepada CNN.

Meski demikian, pejabat itu memastikan bahwa sistem pertahanan C-RAM yang didesain untuk melindungi pasukan dari serangan artileri, sudah mencegat roket-roket tersebut. 

Hingga saat ini, tak ada laporan korban dalam insiden tersebut. Pejabat AS juga belum mengungkap kemungkinan pihak yang melakukan serangan tersebut.

Dua pejabat AS mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa evakuasi tetap berlanjut pada Senin (30/08), dengan memprioritaskan orang-orang yang dianggap berisiko tingi.

Negara-negara lain juga telah mengajukan permintaan untuk mengeluarkan orang-orang di bawah kategori itu, kata para pejabat.

Situasi di sekitar bandara Kabul pun semakin tak menentu. Para warga langsung kocar-kacir ketika sejumlah roket menghantam daerah di dekat bandara.

Sejumlah saksi mata mengatakan kepada Associated Press bahwa tembakan roket itu menghantam kawasan Salim Karwan pada Senin pagi.

Tak lama setelah roket itu dilontarkan, terdengar suara tembakan. Mereka mengaku mendengar setidaknya tiga ledakan, kemudian terlihat seberkas kilat di langit. Para warga pun langsung kocar-kacir.

Sementara itu, laporan media Afganistan menyatakan serangan roket ke bandara Kabul pada Senin (30/08) pagi ditembakkan dari bagian belakang kendaraan.

Kantor berita Pajhwok juga melaporkan beberapa serangan itu menghantam wilayah lain di ibu kota Afganistan.

Gedung Putih sudah merilis pernyataan yang menyatakan bahwa Presiden AS Joe Biden sudah menerima laporan mengenai serangan roket di bandara tersebut, seraya menyebut bahwa operasi evakuasi yang dilakukan pasukannya tidak terganggu.

"Presiden menerima informasi bahwa operasi di bandara tak terganggu, dan menegaskan kembali perintahnya agar para komandan meningkatkan upaya untuk memprioritaskan apapun yang diperlukan untuk melindungi pasukan di lapangan," demikian pernyataan Gedung Putih.

Seorang pejabat Taliban di tempat kejadian menyakini lima roket telah ditembakkan dan semuanya dihancurkan oleh sistem pertahanan rudal bandara.

Meskipun tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan akibat serangan roket, insiden itu menyebabkan kecemasan yang lebih besar bagi penduduk setempat yang sudah trauma dengan perang selama bertahun-tahun.

"Sejak Amerika menguasai bandara, kami tidak bisa tidur nyenyak. Baik tembakan senjata, roket, sirene, atau suara pesawat besar mengganggu kami. Dan sekarang mereka menjadi sasaran langsung, itu dapat membahayakan nyawa kami," Abdullah, yang tinggal di dekat bandara, kepada AFP. (Tribunnews/CNNIndonesia.com)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved