Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

BERITA LENGKAP : Semarang Raya Masuk Level 2

Pemerintah kembali melanjutkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3, dan Level 2

Tayang:
Tribun Jateng/Iwan Arifianto
Suasana Simpang Lima Kota Semarang yang dianggap warganet seperti di luar negeri, Sabtu (3/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Pemerintah kembali melanjutkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3, dan Level 2 di Jawa dan Bali mulai 31 Agustus hingga 6 September 2021.

Dalam perpanjangan PPKM selama seminggu ke depan, terdapat tambahan wilayah yang turun dari level 4 PPKM menjadi level 3.

Di antaranya yakni Malang Raya dan Solo Raya.

"Untuk itu pemerintah memutuskan mulai tanggal 31 agusutus hingga 6 september 2021 sebagai berikut, untuk wilayah Jawa-Bali terdapat penambahan wilayah aglomerasi yang masuk level 3 yakni Malang raya dan Solo Raya," kata Jokowi dalam pernyataan pers yang disisarkan Youtube Sekretariat Presiden, Senin (30/8).

Dengan demikian, kata Presiden, wilayah aglomerasi yang turun level selama seminggu ke depan yakni Jabodabek, Bandung Raya, Semarang Raya, Solo Raya, dan Malang Raya. "Untuk Semarang Raya berhasil turun ke level 2," kata Jokowi.

Keputusan tersebut kata, Kepala Negara, tidak terlepas dari perbaikan kondisi Pandemi Covid-19 saat ini.

Terjadi tren perbaikan positivity rate dan bed occupancy ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit dalam seminggu terakhir.

"Tingkat positivity rate terus menurun dalam 7 hari terakhir dan tingkat keterisian rumah sakit untuk kasus covid-19 semakin membaik rata-rata BOR nasional sudah berada di sekitar 27 persen," pungkasnya.

Pemerintah secara bertahap mulai membuka pembatasan sejumlah sektor. Mulai dari tempat peribadatan, sekolah, pusat perbelanjaan. Pembukaan sejumlah sektor tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Pertama, kapasitas makan di tempat atau dine in di dalam mal menjadi 50 persen dengan jam operasional diperpanjang menjadi pukul 21.00.

"Kedua, uji coba 1.000 outlet restoran di luar mal dan yang berada di ruang tertutup untuk bisa beroperasi dengan 25 persen kapasitas di Surabaya, Jakarta, Bandung dan Semarang," kata Luhut dalam konferensi pers secara virtual, Senin (30/8).

Selain itu, Luhut mengatakan, seluruh industri atau pabrik yang orientasi domestik (non esensial) maupun ekspor (esensial) dapat beroperasi 100 persen dengan staf minimal dibagi menjadi 2 shift.

Di sisi lain, selama PPKM sepekan terakhir, Jawa Timur masih mendominasi tingkat penyebaran kasus Covid-19 secara nasional, mulai dari kasus positif, kematian, dan sembuh.

Dikutip dari data Covid.go.id, Senin (30/8) kasus positif Covid-19 bertambah 5.436 pasien. Jumlah penambahan kasus itu lebih turun dibanding hari sebelumnya Minggu (29/8) yakni 7.427 pasien.

Berdasarkan data Kemenkes RI yang diunggah Twitter @KawalCOVID19, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak, yaitu 640 kasus.

Selanjutnya, posisi kedua tertinggi diduduki Jawa Tengah dengan jumlah 508 kasus. Sementara itu, Kalimantan Timur (Kaltim) masuk ke dalam lima besar wilayah dengan kasus tertinggi (selengkapnya lihat grafis...!).

Kematian Anak Meningkat

Di sisi lain, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, peningkatan kasus kematian Covid-19 pada kelompok dewasa diikuti dengan kenaikan kasus kematian Covid-19 pada anak. 

Dante mengatakan, data per 26 Agustus menunjukkan, case fatality rate (CRT) atau tingkat kasus kematian pada kelompok dewasa meningkat yaitu dari 3,27 persen di bulan Juni menjadi 6,45 persen hingga bulan Agustus. 

Sementara, itu, tingkat kasus kematian dari Covid-19 pada anak hingga Agustus meningkat 0,68 persen. "Ini disebabkan karena keterlambatan orangtua untuk membawa anak itu ke tempat pengobatan yang baik," kata Dante dalam Rakornas KPAI secara virtual, Senin (30/8). 

Dante mengatakan, biasanya orangtua menganggap anak mereka hanya menderita flu biasa. Namun, setelah keluhan anak semakin banyak, orangtua baru menyadari bahwa anak mereka terpapar Covid-19 sehingga pengobatan menjadi terlambat.

"Peran orangtua sangat penting sekali untuk menekan kasus kematian pada anak, sehingga kematian, tidak menunggu anak itu kelihatan sesak dahulu, baru dibawa ke rumah sakit tetapi dari awal sudah langsung diperiksakan ketika anaknya demam," ujar dia. (tribunnews/kps/cnn/aji)

Baca juga: Terungkah Keluhan Chiellini Kepada Allegri di Bangku Cadangan saat Juventus Kalah dari Empoli

Baca juga: OPINI : Adab Literasi Digital Bebas dari Hoaks

Baca juga: Polda Jateng Bekuk 3 Komplotan Pencuri Mobil Mewah di Karesidenan Banyumas

Baca juga: Curigai Ada Keterlibatan Kasus Pembunuhan di Banjarnegara, Polda Jateng Buru Suami Hana

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved