Sabtu, 9 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Momen Buka Luwur Makam Mbah Djenggolo, Kades Ingin Bangkitkan Ekonomi Warga

‎Sedikitnya 10 pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) menyajikan beragam kuliner khas Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

Tayang:
Penulis: raka f pujangga | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - ‎Sedikitnya 10 pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) menyajikan beragam kuliner khas Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Rabu (1/9/2021).

Kegiatan yang dikemas dengan nama Gelaran Dagangan Rakyat (Geldara) tersebut dilaksanakan dalam rangka Buka Luwur Makam Mbah Djenggolo.

Kepala Desa Janggalan, Noor Aziz menyebutkan, kegiatan buka luwur ini dilaksanakan dengan cara yang dikemas sedikit berbeda.

Pihaknya melibatkan warga masyarakat yang tertarik untuk menjual produk UMKM yang menjadi potensi di desanya.

Baca juga: Pengelola Wisata di Karanganyar Mulai Buka, Disporapar: Candi Cetho, Sukuh dan Grojogan Sewu Belum

Baca juga: Ini Dia Tiga Nama yang Raih Skor Tertinggi Seleksi Terbuka Calon Sekda Pati

Baca juga: Bantu Daerah yang Kekeringan, PKS Serahkan 76 Tangki Air di Wonogiri

"Silakan siapa yang mau terlibat berjualan di sini bisa mendaftar lewat kegiatan Geldara," ujar dia, Rabu (1/9/2021).

Menurut dia, kegiatan Geldara itu juga bisa untuk membangkitkan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi.

Sehingga pihaknya mempersilakan untuk pelaku usaha kecil dapat menjual dagangannya.

"Selama pandemi banyak yang kesulitan menjual dagangannya, maka dengan ini kami ingin bisa membantu mereka," ujarnya.

Menurutnya, dengan berbelanja di sana sebesar Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu sudah bisa sedikit membantu pelaku usaha kecil.

"Berapapun barang yang dibeli sudah sangat membantu pedagang," ujar dia.

Sejumlah produk makanan yang dijual di antaranya ‎rengginang, nasi jangkrik, aneka jus, produk fashion dan lain sebagainya.

‎Sementara itu, ‎Pengasuh Pondok Pesantren Arroudlotul Mardliyyah Kudus, Asliah mengatakan, ikut membuka stan makanan yang hasilnya diberikan kepada santri.

"Santri yang jualan, hasilnya juga buat jajan mereka," ujarnya.

Dia mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut dapat membantu ekonomi pelaku usaha kecil.

Selain itu, pihaknya juga bisa melatih santrinya untuk mandiri dan mencari uang dari hasil keringatnya sendiri.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved