Berita Kudus
Momen Buka Luwur Makam Mbah Djenggolo, Kades Ingin Bangkitkan Ekonomi Warga
Sedikitnya 10 pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) menyajikan beragam kuliner khas Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.
Penulis: raka f pujangga | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sedikitnya 10 pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) menyajikan beragam kuliner khas Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Rabu (1/9/2021).
Kegiatan yang dikemas dengan nama Gelaran Dagangan Rakyat (Geldara) tersebut dilaksanakan dalam rangka Buka Luwur Makam Mbah Djenggolo.
Kepala Desa Janggalan, Noor Aziz menyebutkan, kegiatan buka luwur ini dilaksanakan dengan cara yang dikemas sedikit berbeda.
Pihaknya melibatkan warga masyarakat yang tertarik untuk menjual produk UMKM yang menjadi potensi di desanya.
Baca juga: Pengelola Wisata di Karanganyar Mulai Buka, Disporapar: Candi Cetho, Sukuh dan Grojogan Sewu Belum
Baca juga: Ini Dia Tiga Nama yang Raih Skor Tertinggi Seleksi Terbuka Calon Sekda Pati
Baca juga: Bantu Daerah yang Kekeringan, PKS Serahkan 76 Tangki Air di Wonogiri
"Silakan siapa yang mau terlibat berjualan di sini bisa mendaftar lewat kegiatan Geldara," ujar dia, Rabu (1/9/2021).
Menurut dia, kegiatan Geldara itu juga bisa untuk membangkitkan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi.
Sehingga pihaknya mempersilakan untuk pelaku usaha kecil dapat menjual dagangannya.
"Selama pandemi banyak yang kesulitan menjual dagangannya, maka dengan ini kami ingin bisa membantu mereka," ujarnya.
Menurutnya, dengan berbelanja di sana sebesar Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu sudah bisa sedikit membantu pelaku usaha kecil.
"Berapapun barang yang dibeli sudah sangat membantu pedagang," ujar dia.
Sejumlah produk makanan yang dijual di antaranya rengginang, nasi jangkrik, aneka jus, produk fashion dan lain sebagainya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Arroudlotul Mardliyyah Kudus, Asliah mengatakan, ikut membuka stan makanan yang hasilnya diberikan kepada santri.
"Santri yang jualan, hasilnya juga buat jajan mereka," ujarnya.
Dia mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut dapat membantu ekonomi pelaku usaha kecil.
Selain itu, pihaknya juga bisa melatih santrinya untuk mandiri dan mencari uang dari hasil keringatnya sendiri.