Berita Kendal
2 Kecamatan Catat Zero Covid-19, Bupati Kendal Dico Ingatkan Warga Tak Lengah Prokes
Dua kecamatan di Kabupaten Kendal, Kangkung dan Limbangan kini berstatus zero Covid-19.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dua kecamatan di Kabupaten Kendal, Kangkung dan Limbangan kini berstatus zero Covid-19.
Sementara 18 kecamatan lainnya masih diisi beberapa kasus aktif dengan jumlah kasus maksimal 10 orang.
Dinas Kesehatan setempat mencatat angka Covid-19 yang aktif saat ini tinggal 79 orang.
Kecamatan Pegandon yang sebelumnya sempat zero Covid-19, kini pecah telur kembali.
Beberapa kecamatan masih terdapat warga yang terpapar Covid-19 masih menjalani isolasi mandiri.
Penurunan kasus secara signifikan membuat sejumlah tempat isolasi yang disediakan pemerintah kecamatan dan desa kosong.
Baca juga: Terungkap, Ini Sosok Perempuan Pencuri Motor di Sampangan Pasar Kliwon Solo, Begini Kronologinya
Baca juga: Pembunuhan Tuti dan Amalia Dilakukan dengan Sangat Rapi, Ini Kata Polisi Soal Sosok yang Dicurigai
Baca juga: Apa Itu PTM? Aturan Prokes Saat Penyelanggaraan Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah
Seperti yang terjadi di Desa Tegorejo, Kecamatan Pegandon.
Camat Pegandon, Endah Ispriyandini mengatakan, di wilayahnya sempat berstatus zero Covid-19 dalam beberapa hari terakhir.
Padahal, angka kasus tertinggi di Kecamatan Pegandon sempat menyentuh 75 kasus.
Satgas Covid-19 tingkat kecamatan, desa, jajaran Polsek Pegandon, dan tim kesehatan puskesmas setempat hingga bidan desa menggencarkan sosialisasi dan operasi yustisi.
Endah juga menyediakan tempat isolasi terpusat kecamatan yang memanfaatkan aula Desa Tegorejo.
Sementara desa-desa lain juga diminta untuk mendirikan tempat isolasi terpusat untuk mencegah penularan virus ke warga lainnya.
"Bulan Juni-Juni sempat puncaknya kasus sampai 75 orang yang terpapar. Alhamdulillah berangsur mereda hasil kerja keras semuanya di lapangan," terangnya, Jumat (3/9/2021).
Beberapa upaya lain, menurut Endah, menegakkan aturan dan ketegasan.
Seperti contoh, menyita KTP pedagang yang bandel berjualan melebihi batas jam operasional, menggalakkan vaksinasi, menutup tempat-tempat keramaian, dan meniadakan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.
Contohnya, meniadakan khaul akbar Sunan Abinawa Pakuncen beberapa waktu lalu.
"Pihak Satgas dan aparat penegak hukum terjun lapangan tiap hari sampai malam. Operasi dan sosialisasi ini kuncinya. Kalau tidak punya anggaran, kita komunikasikan dengan desa terkait agar kegiatan tetap bisa jalan," ujarnya.
Endah berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir agar roda perekonomian masyarakat kembali seperti semula.
Terpisah, Bupati Kendal Dico M Ganinduto menerangkan, angka penurunan Covid-19 di Kendal terus membaik hingga pekan pertama September.
Bahkan, status zona PPKM Kendal turun dua tingkat dari level 4 menjadi level 2.
Baca juga: Video Pencuri Berniat Curi Ayam Malah Tergiur Barang Lain
Baca juga: Masuk ke Rumah Warga di Wilayah Jaten Karanganyar, Lalu Curi Uang, Pemuda Ini Tepergok Pemilik Rumah
Selain upaya maksimal dari tim Satgas Penanganan Covid-19, Dico menilai adanya peran serta percepatan vaksinasi yang efektif mencegah potensi penularan virus.
"Efektivitas vaksinasi ini harus tetap jalan karena pandemi belum berakhir, jangan lengah. Kita dorong terus percepatan vaksinasi agar segera terbentuk herd immunity," tuturnya. (*)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :