Berita Internasional
Pasukan Khusus Mali Serbu Penjara yang Menahan Komandan Mereka, Penjaga Pilih Lari
Pasukan Khusus Mali menyerbu penjara yang telah menahan komandan mereka bernama Samake. Para pasukan khusus tersebut beramai-ramai membawa senjata da
TRIBUNJATENG.COM, BAMAKO - Pasukan Khusus Mali menyerbu penjara yang telah menahan komandan mereka bernama Samake.
Para pasukan khusus tersebut beramai-ramai membawa senjata dan berbaris di komplek penjara tersebut.
Beberapa laporan mengatakan para penjaga penjara memilih minggir.
Petugas lainnya mengatakan pemerintah memerintahkan pembebasannya untuk menghindari kerusuhan.
Komandan Samake dituduh melakukan pembunuhan atas kematian setidaknya 14 pengunjuk rasa anti-pemerintah pada Juli 2020.
Pemerintah sementara Mali mengutuk tindakan oleh pria berseragam dan bersenjata dari Pasukan Khusus Anti-Teroris (Forsat).
Dilansir AFP, Minggu (5/9/2021), hal itu disampaikan dalam sebuah pernyataan TV.
Asosiasi Hak Asasi Manusia Mali (AMDH) mengatakan sangat terkejut.
Bahkan, menyebutnya sebagai serangan serius terhadap supremasi hukum.
Dikatakan petugas telah melepaskan tembakan di pusat ibukota, Bamako, pada Jumat (3/9/2021) sebelum menuju penjara pusat kota.
Di mana komandan Forsat Samake telah ditahan beberapa jam sebelumnya.
Unit pasukan khusus telah menerima pelatihan dari Uni Eropa dan AS.
Sehingga, mampu memerangi kelompok jihad yang telah melakukan pemberontakan selama satu dekade di Mali.
PBB dan Prancis memiliki ribuan penjaga perdamaian yang berbasis di sana untuk membantu mengatasi para jihadis.
Namun kerusuhan telah membuat negara itu sangat tidak stabil, dan telah terjadi dua kudeta militer dalam satu tahun terakhir.(*)
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Pasukan Khusus Mali Serbu Penjara, Komandan Dibebaskan Tanpa Perlawanan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-pasukan-khusus-mali-membersihkan-kamar-di-dekat-base-camp-loumbila.jpg)